Berita Sulbar
Kesal Harga Cabai Mahal, Pj Bahtiar Minta Dinas Lebih Serius Tangani Pertanian
Namun, ia menyoroti kenaikan harga beras, yang meningkat rata-rata Rp 5 ribu per karung ukuran 5 kilogram.
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pj-Gubernur-Sulbar-Bahtiar-Baharuddin-saat-berkunjung-di-Pasar-Lama-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Bahtiar Baharuddin, menyampaikan kekesalannya atas harga cabai di Mamuju yang masih belum stabil.
Bahtiar menyoroti kinerja Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTHP) yang menurutnya perlu lebih serius dalam mengelola komoditas seperti cabai dan bawang merah.
Ia mengungkapkan, pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk sektor pertanian melalui APBD Perubahan 2024 dan anggaran tahun 2025.
Baca juga: Polman Darurat Sampah: Pj Gubernur Sulbar Perintahkan Hamzih Ambil Langkah Cepat
"Saya kira cabai rawit ini harus menjadi perhatian serius. Saya sudah menganggarkan dana untuk ini, bahkan memberikan instruksi berkali-kali. Namun, masalah harga cabai ini terus berulang. Dinas pertanian harus bekerja lebih serius, karena wilayah kita cukup luas untuk menciptakan kemandirian," ujar Bahtiar saat kunjungan ke Pasar Baru Mamuju, Jalan Abdul Syakur, Karema, pada Selasa (14/1/2025) pagi.
Ia juga menyarankan agar benih cabai dibagikan secara massal kepada masyarakat dua hingga tiga kali setahun guna memutus mata rantai permasalahan harga yang kerap mempengaruhi inflasi.
"Cabai itu umur panennya pendek. Kalau kita serius, seharusnya kita bisa mandiri bahkan sampai menjual ke daerah lain," tambahnya.
Selain cabai, Bahtiar turut menyoroti produksi bawang merah yang masih bergantung pada pasokan dari daerah lain seperti Enrekang, Sulawesi Selatan.
Ia menegaskan bahwa beberapa wilayah di Sulbar, seperti Paboborang di Majene, sebenarnya memiliki potensi besar untuk pengembangan bawang merah.
"Sungguh disayangkan, 20 tahun Sulbar menjadi provinsi, tetapi kita masih belum bisa mandiri dalam produksi bawang. Ini pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan," katanya.
Terkait perkembangan harga, Bahtiar mencatat bahwa harga cabai mulai menurun, dengan harga di Majene mencapai Rp 55 ribu per kilogram dan di Mamuju Rp 60 ribu per kilogram.
Namun, ia menyoroti kenaikan harga beras, yang meningkat rata-rata Rp 5 ribu per karung ukuran 5 kilogram.
"Ini mungkin ada kaitannya dengan rencana penetapan harga baru. Yang turun justru harga telur," tutupnya.
Bahtiar berharap dinas terkait segera mengambil langkah nyata untuk memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok demi kesejahteraan masyarakat Sulbar.(*)
Laporan Reporter Tribun Sulbar Suandi
| Dispoparekraf Sulbar Optimalkan Pengembangan SDM Pariwisata Berbasis Digital SISIP |
|
|---|
| Terbuka Kehadiran BUMN Baru Gubernur SDK Ingatkan DSI Jangan Jadi Institusi yang Terlalu Dominan |
|
|---|
| Aliansi Rakyat Sulbar Desak Kadis Perkebunan Dicopot dan Tindak Perusahaan Sawit Nakal |
|
|---|
| Gubernur SDK Sebut Penelitian LTJ di Mamuju di Area 10 HA, Butuh 10 Tahun untuk Dikembangkan |
|
|---|
| Pentingnya Nalar Kritis di Tengah Arus Teknologi |
|
|---|