Kamis, 23 April 2026

Majene

PIK-R Marasana dan Magdalene Gelar Workshop Kesetaraan Gender di UT Majene

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus Universitas Terbuka (UT) Majene dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto PIK-R Marasana dan Magdalene Gelar Workshop Kesetaraan Gender di UT Majene
ist
Kegiatan Workhsop di Aula Kampus Universitas Terbuka (UT) Majene dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, serta perwakilan organisasi di Kabupaten Majene. 

TRIBUN-SULBAR.COM,MAJENE - Dalam upaya menguatkan kesadaran tentang pentingnya kesetaraan gender di berbagai bidang, Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) Marasana berkolaborasi dengan Magdalene menggelar workshop bertajuk “Membangun Masa Depan Setara di Semua Aspek Kehidupan”.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Kampus Universitas Terbuka (UT) Majene dan dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, serta perwakilan organisasi di Kabupaten Majene.

Workshop ini digagas oleh Muh. Agus Syam, mahasiswa Universitas Terbuka Majene sekaligus peserta Youth Leadership Camp di Sentul Bogor,Jawa Barat pada 13–15 September 2024. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata dari hasil pembelajaran yang diperoleh Muh. Agus Syam selama mengikuti camp tersebut, dengan harapan dapat menciptakan ruang diskusi yang inklusif sekaligus memperluas pemahaman peserta terkait isu kesetaraan gender.

Universitas Terbuka Majene juga berperan besar dalam mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Kampus tersebut secara konsisten memberikan ruang dan dukungan bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi diri serta menginisiasi kegiatan-kegiatan positif yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

"Kami sangat mendukung mahasiswa untuk berkreasi dan berkontribusi dalam isu-isu sosial, termasuk dalam upaya memperjuangkan kesetaraan gender," ujar salah satu perwakilan Universitas Terbuka Majene.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yaitu Andi Irma T. Nilawati, SP, MM, yang merupakan Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Majene, serta Sugisman, S.Pd., M.Pd., seorang pegiat literasi, penulis, sekaligus dosen di salah satu perguruan tinggi di Kabupaten Majene.

Dalam paparannya, Andi Irma T. Nilawati menekankan pentingnya kesetaraan gender dalam menciptakan masyarakat yang inklusif dan adil. "Kesetaraan gender bukan hanya isu perempuan, tetapi juga isu masyarakat yang perlu didukung oleh semua pihak, termasuk generasi muda,"ungkapnya.

Baca juga: Seorang Istri Diberi Modal Usaha Suami, Tapi Tega Lindas Suami hingga Selingkuh dengan 2 Pria

Baca juga: Usai Diterpa Angin Kencang, Polisi Perbaiki Posko Operasi Lilin Marano 2024 di Mamuju

 Sementara itu,Sugisman, dalam sesi materinya, membahas kesetaraan gender dari perspektif agama. Ia menekankan bahwa semua agama pada dasarnya mengajarkan nilai-nilai keadilan, penghormatan, dan perlindungan terhadap setiap individu, tanpa membedakan jenis kelamin.

“Kesetaraan gender bukanlah konsep yang bertentangan dengan ajaran agama. Justru, agama mengajarkan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki hak dan kewajiban yang setara di hadapan Tuhan. Yang membedakan hanyalah ketakwaan dan perbuatan baik,” ungkap Sugisman.

Tujuan dan Harapan Kegiatan Workshop ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta tentang pentingnya kesetaraan gender serta mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam menciptakan lingkungan yang setara dan inklusif.

Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi mahasiswa dan organisasi di Kabupaten Majene untuk berkontribusi nyata dalam memperjuangkan kesetaraan di semua aspek kehidupan, termasuk pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sosial.

Peserta terlihat antusias mengikuti setiap sesi diskusi dan pemaparan materi. Mereka juga aktif menyampaikan ide dan gagasan selama sesi tanya jawab, menunjukkan tingginya kesadaran dan minat terhadap isu yang diangkat.

“Acara ini sangat inspiratif. Saya jadi lebih paham bahwa kesetaraan gender harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat,” ujar salah satu peserta workshop.

Dengan berakhirnya workshop ini, diharapkan akan ada tindak lanjut berupa program-program konkret yang dapat mendukung terciptanya masa depan yang setara di Kabupaten Majene dan sekitarnya.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved