Pasangkayu
Curhat Nelayan di Pasangkayu 7 Hari Tidak Melaut karena Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi
Dia mengatakan akibat cuaca buruk ini,banyak nelayan yang kesulitan mendapatkan ikan dengan jumlah banyak.
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Perahu-nelayan-di-Dusun-Tanjung-Parappa-Kelurahan-Pasangkayu.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU - Akibat cuaca buruk di akhir tahun 2024, sejumlah nelayan di Dusun Tanjung Parappa, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu Sulawesi Barat (Sulbar), kesulitan turun melaut.
"Sudah kurang lebih 10 hari cuaca buruk begini, baru sekitar tiga kali saya turun melaut," ujar Pua Ati, salah satu nelayan saat ditemui di dekat perahunya, Jumat (20/12/2024).
Dia mengatakan akibat cuaca buruk ini,banyak nelayan yang kesulitan mendapatkan ikan dengan jumlah banyak.
"Masih ada yang nekat turun,tapi tidak pernah banyak dia dapat,"tambahnya.
Pua Ati sendiri lebih memilih tidak turun melaut,karena khawatir jika terjadi hal tidak diinginkan saat berada di tengah laut.
"Kemarin temanku sempat hilang saat melaut pas cuaca buruk, tapi alhamdulillah sudah ditemukan," ujarnya.
Hal itu menjadi ketakutan tersendiri bagi bapak empat anak itu.
Selain mengeluh terkait sulit melaut, Pua Ati juga mengeluhkan terkait harga ikan yang malah turun.
"Padahal cuaca buruk, tapi harga ikan malah turun," keluhnya.
Saat ini,dia menjual ikan hasil tangkapannya kepada pembeli dari luar, dengan harga Rp 8 ribu perkilogram, untuk ikan jenis tuna.
"Padahal dulu harganya Rp10 sampai Rp12 ribu perkilogram," ujar Pua Ati.
Sedangkan untuk harga ikan ekor kuning, dia jual dengan harga Rp10 ribu perkilogram, dari harga sebelumnya bisa sampai Rp13 samapi Rp15 ribu perkilogram.
Baca juga: Kasus Korupsi Stadion Manakarra Rugikan Negara Rp 1 Miliar, Potensi Ada Tersangka Baru
Baca juga: Atap Rumah Warga Tande Majene Copot Beterbangan Akibat Angin Kencang
Terlepas itu, harga ikan di pasar saat ini malah mengalami kenaikan.
Untuk ikan jenis tuna saat ini dibandrol dengan harga Rp 20 ribu perkilogram, dari harga sebelumnya hanya Rp 15 ribu perkilogram.
"Kenapa bisa di pasar mahal,padahal kami nelayan jual dengan harga murah,"tanya Pua Ati.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan
Nelayan Terombang-ambing di Laut
Cuaca ekstrem
Kabupaten Pasangkayu
Dusun Tanjung Parappa
Dampak Cuaca Buruk
| Oknum Polisi Dilaporkan ke Polres Pasangkayu, Diduga Paksa Anak di Bawah Umur Minum Miras |
|
|---|
| Komisi III DPRD Pasangkayu Puji Kinerja Kadiskominfoper |
|
|---|
| Tanggul Penahan Ombak di Anjungan Jalan Moh Hatta Pasangkayu Rusak Parah dan Patah |
|
|---|
| Ibu Penerima Manfaat di Pasangkayu Akui PMT Posyandu Bantu Cegah Stunting |
|
|---|
| Perjuangan Sunyi Kader Posyandu, Safitri Menjemput Harapan Cegah Stunting dari Rumah ke Rumah |
|
|---|