Selasa, 9 Juni 2026

Pasangkayu

Tanggul Penahan Ombak di Anjungan Jalan Moh Hatta Pasangkayu Rusak Parah dan Patah

Terlebih saat air pasang, gelombang laut kerap mencapai bahkan melampaui batas tanggul yang sudah rusak.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Abd Rahman
zoom-inlihat foto Tanggul Penahan Ombak di Anjungan Jalan Moh Hatta Pasangkayu Rusak Parah dan Patah
Taufan/Taufan
ANJUNGAN RUSAK-Kondisi tanggul anjungan di Jalan Moh Hatta, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, tampak patah dan mengalami kerusakan parah, Kamis (23/4/2026). Struktur beton terbelah dan sebagian ambruk akibat abrasi, sementara sampah dan material terbawa ombak tersangkut di sela-sela tanggul yang rusak. Warga khawatir kondisi ini membahayakan pengunjung, terutama saat air laut pasang. 

Ringkasan Berita:
  • Tanggul penahan ombak di anjungan Pasangkayu rusak parah, dengan beton retak, patah, dan sebagian ambruk akibat hantaman gelombang laut.
  • Warga menyebut kerusakan sudah terjadi lama tanpa perbaikan, dan kini semakin parah serta membahayakan pengunjung.
  • Warga berharap pemerintah segera memperbaiki tanggul dan menangani abrasi agar kawasan tetap aman sebagai ruang publik.
 
 

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Tanggul penahan ombak di anjungan Jl Moh Hatta, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Sulawesi Barat (Sulbar) makin rusak dan memperihatinkan.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Kamis (23/4/2026), terlihat struktur beton tanggul di sepanjang bibir pantai sudah retak dan sebagian patah. 

Beberapa bagian bahkan ambruk dan bergeser dari posisi semula, menyisakan celah yang langsung mengarah ke laut.

Baca juga: Soal Polemik TPA Adi-adi Mamuju, Bupati Sutinah Didesak Copot Kadis DLHK Mamuju

Baca juga: HMI Manakarra Demo Polda Sulbar, Desak Usut Tambang Ilegal di Kalumpang dan Lariang

Kerusakan tersebut membuat area anjungan tampak tidak lagi kokoh. 

Di bagian bawah tanggul, terlihat material longsor serta tumpukan sampah seperti daun kering, tempurung kelapa, dan plastik yang terbawa arus laut.

Ombak yang terus menghantam pesisir diduga menjadi penyebab utama rusaknya tanggul. 

Terlebih saat air pasang, gelombang laut kerap mencapai bahkan melampaui batas tanggul yang sudah rusak.

Idil, salah satu warga yang ditemui di lokasi, mengatakan kondisi tanggul patah ini sudah terjadi sejak lama dan belum mendapat penanganan serius.

“Sudah bertahun-tahun begini, makin lama makin parah. Tidak ada perbaikan yang berarti,” ujarnya.

Ia mengaku khawatir kondisi tersebut dapat membahayakan warga yang beraktivitas di anjungan, mengingat lokasi ini menjadi tempat favorit untuk bersantai, terutama pada pagi dan sore hari.

“Banyak yang datang ke sini, apalagi sore. Kalau tanggulnya sudah patah begini, takutnya bisa membahayakan,” katanya.

Menurutnya, saat musim ombak, air laut bisa naik hingga masuk ke area anjungan. 

Hal itu mempercepat kerusakan sekaligus meningkatkan risiko bagi pengunjung.

“Kalau ombak besar, air bisa naik sampai ke atas. Itu yang bikin tambah rusak dan berbahaya,” tambahnya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan tanggul serta penanganan abrasi di kawasan tersebut, agar tidak semakin parah dan tetap aman digunakan sebagai ruang publik.(*)


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Sumber: Tribun sulbar
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved