Kamis, 16 April 2026

Berita Pasangkayu

Bantu Ekonomi Keluarga, IRT di Pasangkayu Rela Jadi Penjual Somay Keliling

Saat ditemui di lapaknya, Wahidah menjelaskan alasannya memilih menjadi penjual somay keliling, karena ingin membantu ekonomi keluarga.

Tayang:
Penulis: Taufan | Editor: Nurhadi Hasbi
zoom-inlihat foto Bantu Ekonomi Keluarga, IRT di Pasangkayu Rela Jadi Penjual Somay Keliling
Taufan/Tribun-Sulbar.com
Wahidah, penjual somay keliling di Pasangkayu, saat ditemui di lapaknya 

TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU- Penjual somay keliling bukan hanya digeluti kaum laki-laki, namun sebagian perempuan di Kabupeten Pasangkayu, Sulawesi Barat, juga menggeluti pekerjaan tersebut,, Jumat (11/10/2024).

Salah satunya yaitu Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Wahidah (33).

Saat ditemui di lapaknya, Wahidah menjelaskan alasannya memilih menjadi penjual somay keliling, karena ingin membantu ekonomi keluarga.

Baca juga: CERITA Cecep Sopian Penjual Bakso di Mamasa Asal Tasikmalaya Jawa Barat

Ibu dari empat anak itu mengaku, sudah setahun lebih ia menggeluti pekerjaan ini.

"Awalnya sempat dilarang sama suami, karena dia takut saya tidak kuat, tapi saya jelaskan baik-baik dan akhirnya diizinkan," terang Wahidah.

Suami Wahidah bernama Asrul (43), berprofesi sebagai tukang kayu.

Pendapatan suaminya menurut Wahidah tidak menentu.

"Kadang nanti jadi pesanannya orang baru dibayar, itupun kadang tidak lansung dibayar semua," ujarnya.

Wanita kelahiran Polewali Mandar (Polman) itu juga mengaku, pendapatannya dari menjual somay sekitar 300 ribu per hari.

"Tapi itu masih kotor, nanti bersihnya kalau habis jualanku, dan itu kadang butuh waktu tiga hari dari satu kali penggilingan daging,"terangnya.

Selain itu, alasan Wahidah lebih memilih pekerjaan ini, karena selain lebih gampang, membuat somay merupakan keahliannya.

Adapun kesulitan yang dia alami dari pekerjaan ia geluti saat ini, yaitu minimnya daya beli masyarakat Pasangkayu.

"Tahun-tahun sebelumnya masih gampang laku, tapi akhir-akhir ini sudah susah," ujar Wahidah.

Meski begitu, wanita usia 33 tahun itu tetap semangat menggeluti usaha yang sudah ia geluti selama lebih setahun.

"Kalau tidak kerja begini, apalagi mau dikerja. Toh ini juga demi kebutuhan sehari-hari, apalagi anakku sekolah semua, tentu banyak makan biaya,"tutupnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved