Senin, 13 April 2026

PSM Makassar

PSM Makassar dan Masalah Lama yang Belum Terpecahkan, Bernardo Tavares Punya PR Berat

Masalah yang menjadi momok bagi PSM Makassar tak lain adalah efektivitas passing dan lini serang.

Tayang:
Editor: Via Tribun
zoom-inlihat foto PSM Makassar dan Masalah Lama yang Belum Terpecahkan, Bernardo Tavares Punya PR Berat
Instagram Persib Bandung
Kapten Persib Bandung, Marc Klok (kanan) berhadapan pemain PSM Makassar, Ananda Raehan (kiri) dalam lanjutan pekan keempat Liga 1 2024/2025 di Stadion Batakan, Balikpapan, Rabu (11/9/2024). 

TRIBUN-SULBAR.COM - PSM Makassar masih berkutat dengan masalah lama yang belum mendapatkan solusi hingga saat ini.

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares, tampaknya masih kesulitan meramu strategi untuk meningkatkan performa anak asuhnya.

Terbukti dari hasil sejumlah pertandingan terakhir skuat Juku Eja yang paceklik kemenangan setelah sempat tampil impresif di awal Liga 1 2024/2025.

Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares saat konferensi pers jelang PSM Makassar vs PSIS Semarang pada pekan keenam Liga 1 2024/2025 di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2024).
Pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares saat konferensi pers jelang PSM Makassar vs PSIS Semarang pada pekan keenam Liga 1 2024/2025 di Stadion Batakan, Balikpapan, Kalimantan Timur, Kamis (19/9/2024). (PSM Makassar)

Dari tujuh pertandingan, PSM Makassar hanya membawa pulang 3 kemenangan di kandang, 3 hasil seri, dan 1 kali kekalahan.

Pasukan Rammang kini berada di urutan 5 Klasemen Liga 1 2024/2025 dengan total perolehan skor 12 poin.

Masalah yang menjadi momok bagi PSM Makassar tak lain adalah efektivitas passing dan lini serang.

Baca juga: Statistik PSM Makassar di Liga 1 2024/2025, Efektivitas Passing Perlu Dibenahi

Sementara, lini pertahanan Juku Eja terkenal kokoh, terbukti dari minimnya gol lawan yang bisa menjebol kekuatan belakang PSM.

Lini serang PSM Makassar tampil melempem pada empat laga di bulan September.

Anak asuh Bernardo Tavares itu tak efisien dalam menyelesaikan peluang menjadi gol.

Buktinya dari empat laga, 13 tembakan ke gawang dilepaskan, hanya satu berbuah gol.

Pengamat Sepak Bola, Syamsuddin Umar menilai PSM Makassar sulit cetak gol karena lapangan tengahnya dimatikan.

Dampaknya, tak ada aliran bola ke pemain depan.

"Striker menunggu sodoran bola dari lapangan tengah," katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Rabu (2/10/2024).

Selain itu, pemain PSM Makassar selalu kalah jumlah di daerah pertahanan lawan.

"Terkadang hanya satu-dua orang di depan pertahanan, sedangkan lawan ada tiga atau empat, bagaimana mau cetak gol," tambahnya.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved