Manakarra Tower Terbengkalai

Banyak Aset Pemkab Mamuju Minim Asas Manfaat, Sugianto: Senang Aja Membangun Perencanaan Tak Memadai

Politisi senior Partai Golkar itu menilai, Pemkab Mamuju terkesan asal saja membangun infrastruktur namun minim pemeliharaan

Editor: Ilham Mulyawan
Tribun-Sulbar.com/Zuhaji
Ketua Komisi I DPRD Mamuju, Sugianto saat ditemui Tribun-Sulbar.com di kediamannya, Jl Andi Depu, Kelurahan Rimuku, Mamuju, Sulbar, Jumat (7/10/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Anggota DPRD Mamuju, H. Sugianto ikut angkat bicara terkait rusaknya dinding Manakarra Tower, aset milik Pemkab Mamuju yang baru-baru gedungnya selesai dibenahi.

Diketahui, kondisi Tower Manakarra yang berada di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Binanga, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat memprihatinkan, padahal baru-baru ini bangunan itu dibenahi oleh Pemkab Mamuju.

Belum diresmikan, ruangan bawah Tower Manakarra Mamuju di Jl Ahmad Yani Kelurahan Binanga Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) hancur.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, Selasa (23/7/2024) pagi, nampak ruangan bagian bawah btower tersebut rusak parah.

Dari sisi kanan dan kiri di bagian pintu nampak jebol sehingga kondisi tersebut nampak seperti bangunan terbengkalai.

Bekas dinding yang rusak tak terlihat begitu banyak di lokasi tersebut. tersisah hanya serpihan-serpihan kecil.

Baca juga: Dinding Manakarra Tower Rusak, Kadis Perpustakaan Mamuju Baru Mau Pasang Papan Peringatan

Baca juga: Belum Difungsikan, Dinding Manakarra Tower Pemkab Mamuju Rusak Botol Miras Berserakan

Tak diketahui pasti kapan kerusakan itu terjadi.

"Akibat perencanaan yang tidak memadai," ujar Sugianto, Selasa (23/7/2024).

Politisi senior Partai Golkar itu menilai, Pemkab Mamuju terkesan asal saja membangun infrastruktur, namun setelahnya pemeliharaan atau perawatan tidak jelas.

" Pemda itu senang-senang saja membangun. Lebih-lebih lagi tidak jelas siapa yang akan memperhatikan kebersihan dari semua itu," ungkap Sugianto.

Dia menyebutkan, bukan hanya Manakarra Tower saja yang terkesan terabaikan, sebab masih banyak infrastruktur lain.

Dia mencontohan bangunan Pusat Oleh-oleh di Pasar Baru.

Ruangan bawah Manakarra Tower Mamuju, Jl Ahmad Yani Kelurahan Binanga Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) rusak, Selasa (22/7/2024) pagi
Ruangan bawah Manakarra Tower Mamuju, Jl Ahmad Yani Kelurahan Binanga Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) rusak, Selasa (22/7/2024) pagi (Lukman Rusdi/Tribun-Sulbar.com)

Kesannya setiap masa pemerintahan bupati baru, hanya cat dindingnya diganti.

Setelahnya juga difungsikan, entah apa alasannya apakah karena alasan tempatnya tidak strategis atau memang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tidak kreatif.

"Masih ada itu bangunan Pujasera (pusat jajanan serba ada) yang ada di Jl Yos Sudarso sekitar Kawasan Pantai Manakarra, malah sekarang hanya dijadikan sekretariat salah satu organisasi dan kondisinya terlihat kumuh," ia menambahkan.

Ada pula Lapangan Tembak di bagian utara Stadion Manakarra, rusak sebelum digunakan dan ditumbuhi semak belukar.

"Manalagi Kolam renang yang mahal anggarannya, sudah banyak bagian gedung ganti dan fasilitas MCK-nya rusak tidak mendapatkan perhatian dari OPD terkait. Itu juga Dinding atau tembok bagian belakang GOR sudah seperti hutan," terangnya.

Kadis Baru Mau Cek

Kepala Dinas Perpustakaan Kabupaten Mamuju, Muhammad Fauzan Basir menyayangkan adanya kerusakan dinding di Manakarra Tower Mamuju.

Dia menduga dinding itu dirusak oknum tertentu.

Fauzan baru kan melakukan pengecekan di lokasi usai mendapat kabar fasilitas gedung itu rusak.

Sampah dan bekas minuman beralkohol hiassi halaman Tower Manakarra Mamuju, Jl Ahmad Yani Kelurahan Binanga Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Selasa (22/7/2024) pagi
Sampah dan bekas minuman beralkohol hiassi halaman Tower Manakarra Mamuju, Jl Ahmad Yani Kelurahan Binanga Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Selasa (22/7/2024) pagi (Lukman Rusdi/Tribun-Sulbar.com)

Apalagi, perbaikan gedung Manakarra Tower merupakan satu kesatuan dengan proyek pembangunan gedung perpustakaan Mamuju.

“Paling lambat sore ini (23/7/2024) kita akan kesana mengecek sekaligus memasang papan himbauan,” kata Fauzan kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (23/7/2024).

Fauzan menyebutkan, proyek telah selesai sejak awal 2024, kemudian dilanjutkan tahap pemeliharaan selama enam bulan oleh pihak pelaksana.

“Penyerahan dari Januari kemarin, dan pemeliharaan terakhir kemarin awal bulan 7 2024,” kata Fauzan.

Untuk pemasangan pagar kata dia, termasuk pintu dan beberapa sekat ruangan dianggarkan tahun 2024 ini dan sementara dilaksanakan.

“Kami akan resmikan setelah mobelernya terisi, pagarnya juga rampung termasuk ruangan bawah juga,” jelasnya.

Informasi anggaran yang digunakan dalam pembangun tersebut mencapai 10 millar.

“Sesuai anggaran tahun 2023 itu 10 millar yabg dibagi jadi dua item, yaitu gedung landscape dan ruang bacaan,” ia menambahkan.

Namun ia tidak merincikan berapa alokasi yang digunakan baik untuk gedung ataupun untuk ruang bacaan.

Diberitakan sebelumnya, Dari pantauanTribun-ulbar juga terlihat sampah makanan, hingga bekas minuman beralkohol hiasi halaman Tower Manakarra Mamuju di Jl Ahmad Yani Kelurahan Binanga Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

Nampak sampah berserakan di sekitar bangunan tower tersebut.

Mulai dari sekitar tempat duduk hingga masuk di area tangga tower, telihat sampah platik hingga bekas bungkus rokok.

Lebih diyangkan lagi karena tak hanya serakan sampah tetapi juga bekas botol minumal beralkohol dari ragam marek ikut warnai Tower Manakarra.

Bekas minuman tersebut juga terlihat pecah berserakan dan ditinggal pemiliknya begitu saja.

Sebagai informasi tambahan, Tower Manakarra mulai di bangun di masa pemerintah H Habsi Wahid-Irwan SP Pababari sebagai Bupati Mamuju.

Namun kemudian pembangunan terhenti setelah keduanya tak lagi menjabat.

Lalu pada 2023 dilanjutkan oleh Bupati saat ini, Sutinah Suhardi. (*)

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved