Lapas Polman
30 Warga Binaan Lapas Polman Antusias Ikut Program Paket Pendidikan
Progam pendidikan ini telah berjalan selama empat tahun bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Fajar Mulia.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Sebanyak 30 warga binaan antusias mengikuti program pendidikan kesetaraan paket A, B dan C, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II Polewali, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Kamis (18/7/2024).
Progam pendidikan ini telah berjalan selama empat tahun bekerja sama dengan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Fajar Mulia.
Baca juga: Rincian Jadwal Kapal Pelni KM Gunung Dempo Bulan Juli 2024: Besok Berlayar dari Surabaya ke Makassar
Baca juga: Tak Pakai Sendal Jepit Lagi Ke Sekolah, Firdaus Bocah SD di Mateng Banjir Bantuan
Warga binaan putus sekolah lantaran terjerat kasus pidana dapat mengikuti program pembelajaran ini.
Program paket A setera dengan SD, paket B setara dengan SMP, paket C setara dengan SMA.
Guna melanjutkan pendidikan, mengikuti proses belajar mengajar, lalu ujian dan mendapatkan ijazah.
Ijazah itu dapat ia pergunakan untuk mencari pekerjaan setelah bebas dari lembaga pemasyarakatan.
"Sudah ada sekitar ratusan warga binaan dapat ijazah ikut program ini selama empat tahun terakhir," terang kepala Bimbingan Kemasyarakatan Lapas Kelas II B Polewali, Asriani Dermawan kepada wartawan.
Dia menjelaskan untuk tahun ini ada 30 warga binaan mengikuti tiga peket program pembelajaran.
Disebutkan progam ini merupakan pembinaan intelektual, bekal para warga binaan setelah bebas.
Asriani menyebut ijazah diperoleh ini dapat digunakan untuk mendaftar sebagai pegawai di instansi daerah.
"Bisa juga jadi bekal untuk mendaftar pekerjaan di instansi manapun, setara dengan ijazah pada umumnya," ungkapnya.
Disebutkan para pegawai Lapas Kelas II B Polewali menjadi tenaga pendidik atau guru dalam progam ini.
Tujuannya agar warga binaan tetap dapat melanjutkan jenjang pendidikan meski menjalani hukuman penjara.
Tiap tahunnya, kata Asriani, warga binaan cukup antusias mengikuti program paket belajar ini.
"Ada warga binaan yang baru belajar membaca, karena putus sekolah dasar dan ada melanjutkan jenjang menengah," tegasnya.
Sementara itu salah satu warga binaan kasus narkoba bernama Subandi mengaku senang dapat melanjutkan jenjang pendidikannya.
"Cukup membantu, kita dapat menyelesaikan pendidikan yang sempat terputus," terang Subandi kepada wartawan.
Dia mengungkapkan ijazah diperolehnya dari program itu akan digunakan untuk daftar pekerjaan jiak sudah bebas.
Selain itu Suandi senang lantaran dapat mengikuti program pembelajaran, menambah wawasan pengetahuannya.
"Saya putus sekolah di kelas 4 SD, alhamdulillah dapat program ini, bisa lanjutkan jenjang pendidikan," ungkap warga binaan jalani masa hukuman 10 tahun kurungan penjara ini.
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.