Kamis, 7 Mei 2026

Rocky Gerung ke Sulbar

Rocky Gerung Bicara Fenomena Amplop di Mamuju

Ia menyebut untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang harus memiliki kemampuan atau kecakapan untuk dipilih menduduki jabatan dalam pemerintahan.

Tayang:
Penulis: Lukman Rusdi | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Rocky Gerung Bicara Fenomena Amplop di Mamuju
Tribun Sulbar / Anwar Wahab
Rocky Gerung saat berada di acara roadshow akal sehat, Graha Sandeq Kompleks Rujab Gubernur Sulbar, Kelurahan Rangas, Simboro Mamuju, Sabtu (6/7/2024) malam. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Akademisi Rocky Gerung mengungkap kriteria pemimpin yang ideal untuk menjadi pejabat publik.

Ia menyebut untuk menjadi seorang pemimpin, seseorang harus memiliki kemampuan atau kecakapan untuk dipilih menduduki jabatan dalam pemerintahan.

Baca juga: Tersambar Minibus Lalu Tabrak Truk, Pasutri di Kalukku Mamuju Tewas

Baca juga: Plafon Bangunan Radioterapi RSUD Regional Sulbar Ambruk, Ini Kata Direktur Rumah Sakit

Peryataan itu disampaikan Rocky dalam acara roadshow akal sehat bertajuk “Harmanisasi Pemuda Dalam Membangun Bangsa” di Graha Sandeq, Kompleks Rujab Gubernur Sulbar, Kelurahan Rangas, Simboro Mamuju, Sabtu (6/7/2024) malam.

“Untuk menjadi pejabat publik, pertama-tama harus lolos etikabilitas, tidak pernah berbohong, tidak pernah menyogok, tidak memalsukan ijazah,” ujar Rocky Gerung.

Kemudian ia melanjutkan, untuk menjadi pejabat publik harusnya berintelektualitas.

“Mampu tidak dia menghasilkan konsep,? karena kedepannya itu adalah pertandingan konsep” jelas Rocky.

Rocky menjelaskan, setelah kedua itu mampu dilalui barulah masuk di tahap ketiga yaitu elektabilitas.

“Jadi yang boleh diuji elektabilitasnya hanya orang yang sudah lolos etikabilitas dan intelektualitasnya,” jelas Rocky yang digelari sabagai presiden akal sehat itu.

“Akan tetapi keduanya itu (etikabilitas dan intelektualitas) tidak dipedulikan, karena soalnya adalah eletabilitasnya bisa disogok,” ungkap Rocky.

Ironisnya, akibat dari praktik tersebut, Rocky mengatakan, public policy atau kebijakan publik dibuat tanpa prinsip etika karena tidak adanya etikabilitas dan inteletualitas.

“Dimana etikabilitas ditemukan,? ya di forum-forum keagamaan, dimana intelektualitas ditemukan,? ya di forum-forum akademis, tapi hanya sedikit dari mereka yang mentautkan diri ke panggung-pangung akademis, kebayakan mereka bikin panggung dandut,” tutup Rocky Gerung.

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Lukman Rusdi

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved