Rabu, 22 April 2026

Longsor Mamasa

Warga 5 Desa di Mamasa Terancam Kelaparan, 2 Pekan Jalan Utama Tertimbun Longsor

Sudah dua pekan berlalu longsor di wilayah tersebut, namun pemerintah Kabupaten Mamasa belum juga membuka akses jalan.

Tayang:
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Warga 5 Desa di Mamasa Terancam Kelaparan, 2 Pekan Jalan Utama Tertimbun Longsor
Tangkap layar
Kondisi longsor di Jl Poros Tabang - Pana, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, telah dua pekan belum dibersihkan. 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Lima desa di Kabupaten Mamasa terisolir terancam kelaparan imbas pemerintah Kabupaten Mamasa belum juga bersihkan material di di jalan poros Tabang - Pana, Kecamatan Pana.

Sudah dua pekan berlalu longsor di wilayah tersebut, namun pemerintah Kabupaten Mamasa belum juga membuka akses jalan.

Baca juga: 2 Mei Mendatang, KPU Mamasa Buka Pendaftaran Calon Anggota PPS, Berikut Jadwal Lengkapnya!

Baca juga: Alasan Demokrat Tidak Buka Pendaftaran Calon Bupati Wakil Bupati di Pilkada Mamasa

Diantaranya Desa Saloan, Desa Ulusalu, Desa Ulusalu Indah, Desa Salutambun dan Desa Sapan Kecamatan Pana.

Warga setempat telah melakukan pembersihakan dengan alat seadanya namun hanya dapat membuka akses untuk roda dua motor.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Desa Ulusalu Indah, Bernad Bongga Pasilong, kepada Tribun-Sulbar.com, Selasa (30/4/2024).

Bernad mengaku, saat ini warga sekitar kesulitan dalam hal ekonomi lantaran akses jalan poros Tabang - Pana tak dapat dilalui roda empat.

Bahkan dirinya mengaku, untuk kebutuhan BBM saja susah.

"Memang kondisi masyarakat saya sudah mulai mengalami kesulitan Pak, saya saja mau beli bensin susah ," ungkap Bernad via telefon whatasapp, baru-baru ini.

Ia mengaku, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak pemerintah Kecamatan Pana soal kondisi tersebut.

Ia tak menampik bahwa lima desa yang ada di Kecamatan Pana tersebut saat ini masih terisolir.

"Masih Pak. Sudah dua minggu ini," jelas Bernad.

Kata dia, warga setempat sempat melakukan kerja bakti dengan menggunakan alat seadanya.

Namun kata dia, hasilnya hanya dapat membuka akses sementara saja.

"Warga tidak mampu pak dengan alat seadanya," tandasnya.

Diberitakan, Setelah dua pekan pasca longsor terjadi di jalan poros Tabang Pana, Kecamatan Pana, Kabupaten Mamasa, hingga kini alat berat dinas PUPR Mamasa belum dikerahkan ke lokasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved