Dinding Rumah Roboh
Bocah Meninggal Tertimpa Tembok di Polewali Bertambah Jadi 2 Orang, Polisi Selidiki
Polres Polman kini menyelidiki penyebab dinding tembok rumah tua roboh dan menimpa tiga bocah, Selasa (23/4/2024).
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Warga-berkerumun-di-dinding-tembok-bangunan-rumah.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Korban tembok runtuh bernama Abizarrahmat (6) meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Hajja Andi Depu, Polewali Mandar (Polman) pada pukul 02.00 Wita, Rabu (24/4/2024) dini hari tadi.
Ia merupakan satu dari tiga bocah korban reruntuhan dinding tembok rumah di Jl Bahari, Kelurahan Polewali.
Insiden itu terjadi saat ia bermain di samping tembok rumah kosong, Selasa (23/4/2024) kemarin.
Baca juga: Polisi Selidiki Runtuhnya Dinding Rumah di Polman, Tewaskan 1 Bocah 2 Kritis
Baca juga: 1 Bocah di Polman Tewas Tertimpa Dinding Tiba-tiba Runtuh, 2 Lainnya Kritis
Kini korban meninggal dunia bertambah jadi dua, Putra Laiz Mubaid (10) dan Abizarrahmat (6).
Sementara satu bocah bernama Muhammad Bilal (4) kritis dan terbaring lemah di rumah sakit.
"Iya dia meninggal dunia dini hari tadi, jenazahnya sudah dipulangkan ke Polewali," terang Kapolsek Polewali, AKP Frans Gerardus kepada wartawan.
Dia menyebut korban kedua ini mengalami luka pada bagian kepala menyebabkan meninggal dunia.
Sempat mendapat perawatan usai dilarikan ke rumah sakit pada pukul 02.00 Wita, Selasa (23/4/2024) kemarin.
Korban sempat kritis selama 10 jam akibat luka reruntuhan lalu menghembuskan napas terakhir.
"Kita imbau kepada warga untuk tidak beraktivitas di dekat rumah tua yang temboknya runtuh," ungkapnya.
Sebelumnya diberitakan Polres Polman kini menyelidiki penyebab dinding tembok rumah tua roboh dan menimpa tiga bocah, Selasa (23/4/2024).
Tembok rumah tua ini berada di Jl Bahari, Kelurahan Polewali, Kecamatan Polewali, Polman.
Tiba-tiba roboh dan menimpa tiga bocah yang sedang asik bermain di samping tembok.
Lokasi tempat kejadian peristiwa telah dipasangi garis polisi melingkari sisa reruntuhan.
Warga sekitar dilarang melewati garis polisi, juga dilarang mendekati rumah tua tersebut.