KPU Polman Didemo
Penyebab Massa Demo Bentrok dengan Aparat di Kantor KPU Polman
Pemicu kericuhan ini lantaran massa kesal, karena jajaran komisioner KPU Polman tak menemui massa
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Ilham Mulyawan
TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Terungkap penyebab kericuhan antara massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Polewali Mandar (Polman), dengan aparat keamanan Polres Polman, Sabtu (24/2/2024).
kericuhan itu terjadi tepat di depan kantor KPU Polman Jl KH Hasyim Asy'ari, Kelurahan Pekkkabata, Kecamatan Polewali.
Baca juga: BREAKING NEWS: Demo di Kantor KPU Polman Ricuh, Massa HMI Saling Dorong dengan Aparat
Pemicu kericuhan ini lantaran massa kesal, karena jajaran komisioner KPU Polman tak menemui massa.
Lima komisioner KPU Polman saat itu tidak berada di kantor, tak satu pun muncul.
Massa HM Cabang Polman yang hendak menyampaikan saran dan masukkan seakan diabaikan.
Sehingga massa hendak menerobos masuk ke dalam kantor, namun dihalangi oleh sejumlah petugas.
Aksi saling dorong pun terjadi, tercatat dua kali insiden itu yang membuat panik peserta aksi dari perempuan.
Warga sekitar pun sempat memenuhi halaman kantor hingga ke jalan, penasaran melihat kericuhan ini.
Kepulan asap tebal menghiasi, lantaran massa aksi membakar tiga ban bekas, simbol kemarahan.
"Kami sebenarnya tidak tahu dia mau datang ke sini, kami cuman taunya dari selebaran-selebaran tersebar di grop-grop kami," terang ketua KPU Polman Nurjannah Waris kepada wartawan.
Disebutkan informasi yang ia dapatkan, massa aksi datang pada pukul 09.00 Wita.
Nurjanah pun menunggu massa aksi itu hingga pukul 11.00 Wita, tidak kunjung datang.
Ia pun meninggalkan kantor untuk memantau perekapan suara di kantor kecamatan.
"Sehingga artinya kami semua di lapangan, lama menunggu ya akhirnya seperti itu (ricuh)," lanjutnya.
Meski sempat ricuh, Nurjannah mengaku telah menerima saran dan masukan para demonstran.
"Saya sudah menampung tadi aspirasinya, saya meminta agar mereka memasukkan data temuan," terang Nurjanah Waris kepada wartawan.
Ia menyebut telah meminta data temuan kepada para massa aksi agar tuntutannya tidak sekedar asumsi belaka.
Adapun kronologi kericuhan ini diawali saling dorong di pintu masuk kantor lantaran dihalangi petugas keamanan Polres Polman.
Saling dorong itu pun berlangsung lama, hingga salah satu kader HMI Polman sempat dikenai senggolan tangan.
Direspon dengan kemarahan sejumlah kader, hingga massa aksi dipukul mundur dari pintu kantor.
Para massa aksi dari perwakilan perempuan atau HMI Wati pun histeris melihat kejadian ini.
Aksi saling dorong ini terjadi saat massa menuntut agar komisioner KPU Polman menemuinya.
"Kami beri waktu 10 menit untuk menunggu komisioner ataupun ketua KPU hadir menemui kami," terang koordinator lapangan, Ikbal Yahya dalam orasinya.
Ia meminta agar komisioner KPU Polman hadir mendengarkan aspirasi dan tuntutannya.
Namun hingga 10 menit berlalu, tidak ada satu pun komisioner KPU Polman yang hadir.
Massa pun bergerak maju, masuk kedalam kantor KPU Polman untuk mencari para komisioner.
"Mari kita segel kantor ini lantaran sudah lama menunggu, mereka tidak ada yang menemui kita," lanjutnya.
Polisi yang berjaga di depan pintu langsung menghadang agar massa aksi tidak masuk.
Keduanya pun saling berbenturan satu saman lain, saling dorong mendorong hingga ke halaman kantor.
Nampak Kepala Bagian Operasi (Kabag) Ops Polres Polman, Kompol Najamuddin melerai aksi saling dorong ini.
Serta koordinator aksi juga nampak menenangkan kadernya yang sudah tersulut emosi.
Kedua pihak pun saling menahan diri, dan kembali menuggu kedatangan Ketua KPU Polman, Nurjannah Waris.
Ikbal Yahya mengatakan aksi ini untuk menyoroti kinerja KPU Polman dalam pemilihan umum 2024.
"Seperti kerancuan yang ada di Kecamatan Bulo, ada 5 TPS yang sempat dipindahkan saat perhitungan suara," lanjutanya.
Lima TPS di Kecamatan Bulo, sempat dipindahkan saat perhitungan suara lantaran hujan disertai angin.
Tak selang beberapa menit, Nurjannah datang ke kantornya, ia dari Kecamatan Matakali memantau Pemungutan Suara Ulang (PSU). (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.