Minggu, 12 April 2026

Berita Sulbar

Hadapi El Nino Tahun Ini, TPHP Sulbar Imbau Petani Pakai Benih Khusus Melalui Display Varietas

Dinas TPHP Sulbar juga menyarankan penggunaan benih tahan kekeringan serta tahan hama dan penyakit melalui kegiatan-kegiatan display varietas

Tayang:
Editor: Ilham Mulyawan
zoom-inlihat foto Hadapi El Nino Tahun Ini, TPHP Sulbar Imbau Petani Pakai Benih Khusus Melalui Display Varietas
kontan.id
Ilustrasi kekeringan 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Pemprov Sulbar mellaui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), menanggapi isu nasional yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa cuaca panas di Tahun 2024 akan lebih parah dibanding tahun sebelumnya.

Untuk itu, melaksanakan kegiatan untuk mengantisipasi dampak kekeringan (El Nino).

Upaya pertama yang dilakukan Dinas TPHP adalah membuat surat/rekomendasi ke kabupaten untuk segera melakukan Gerakan Percepatan Tanam di Kabupaten se-Sulbar, melalui koordinasi dan komunikasi intens dengan Dinas Pertanian se Sulbar dan menyampaikan surat untuk mengantisipasi dampak kekeringan di Tahun 2024.

Kedua, menyarankan penggunaan benih tahan kekeringan serta tahan hama dan penyakit melalui kegiatan-kegiatan display varietas yang dicanangkan di Tahun 2023.

Lokasi kegiatan display varietas tersebar di 4 (empat) kabupaten yaitu Mamuju Tengah, Mamuju, Majene dan Polewali Mandar.

Ketiga, mendukung dan memfasilitasi kegiatan Mandiri Benih Padi dan kegiatan Bantuan Padi Kaya Gizi (Biofortifikasi).

"Pada musim tanam ini terdapat 3 (tiga) varietas benih padi inbrida tahan kekeringan yang dibudidayakan yaitu varietas cakrabuana, varietas padjajaran dan varietas inpari 42. Selain itu, telah mengajukan CPCL ke kementerian untuk mengalokasikan benih dalam rangka percepatan tanam mendukung padi 5.000 Ha dan jagung 10.000 Ha," kata Kepala Dinas TPHP Sulbar, Syamsul Ma’rif.

Kemudian keempat, menyiapkan pompa air sebanyak 3 (tiga) unit yang dapat didistribusikan ke lokasi yang ditengarai membutuhkan setiap saat.

"Kami juga meminta semua staf pantau dan mendampingi petani dalam persiapan antisipasi kejadian iklim ekstrim tahun 2024," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved