Kekurangan Air Bersih
Daftar 5 Desa di Mapilli Polman Kekurangan Air Bersih Selama Kemarau Panjang
Warga lima desa ini tengah menunggu bantuan penyaluran air bersih dari pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Emak-emak-antre-berebutan-air-bersih-di-Dusu.jpg)
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Selasa (3/10/2023) emak-emak ini bahkan harus berebutan.
Mereka membawa wadah besar untuk menampung air berjejer di pinggir jalan.
Penyaluran air bersih ini dari mobil tangki milik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman.
Hal itu dilakukan setelah sekian lama emak-emak ini berjuang memperoleh air bersih di pinggir sungai.
Kekurangan air bersih ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir selama musim kemarau panjang.
"Ini kami sudah menderita sejak dua bulan terakhir pak, tiap hari ambil air di pinggir sungai," ujar salah satu ibu rumah tangga, Hanawia kepada wartawan.
Ibu tiga anak ini bercerita sumur yang selama ini sumber air utama telah mengering.
Air PDAM Wai Tipalayo juga tidak mengalir lancar pada siang hari, hanya mengalir di malam hari.
Hal itu membuat warga kekurangan air bersih untuk dikonsumsi setiap harinya.
"Kalau ini air disalurkan mau kita minum, memasak nasi dan lain sebagainya," lanjut Hanawia.
Ia mengungkapkan bantuan air bersih ini hanya cukup dikonsumsi dan keperluan dapur.
Sementara untuk mencuci piring dan baju, warga tetap harus ke pinggir sungai Mapilli.
Hanawia pun berharap bantuan air bersih ini disalurkan setiap harinya untuk warga yang terdampak.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli