Pasien BPJS Diminta Membayar

Viral Pasien BPJS Aktif Dimintai Uang Puskesmas Mamasa, Kadinkes Sulbar Panggil Kepala Puskesmas

Asran berjanji, akan cari tahu kebenaran informasi tersebut kepada kadis kesehatan Mamasa, Dr Ratna Sari Dewi dan Kepala Puskesmas Mamasa Yusuf

Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
Tribun Sulbar / Hablu Hambali
Kadis Kesehatan Sulbar drh Asran Masdy saat ditemui di kantornya Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kecamatan Simboro, Mamuju, Sulbar, Senin (11/7/2022). 


TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulbar, Dr. Asran Masdy mengaku belum tahu perihal kabar seorang pasien BPJS aktif di kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat yang dimintai uang oleh pihak Puskesmas Mamasa sebesar Rp760 ribu ketika hendak dirujuk ke RSUD Andi Depu Polman.

Namun Asran berjanji, akan cari tahu kebenaran informasi tersebut kepada kadis kesehatan Mamasa, Dr Ratna Sari Dewi dan Kepala Puskesmas Mamasa Yusuf Pualillin.

"Tentu kita akan memanggil pihak puskesmas yang menagih pembayaran kepada pasien tersebut," ujar Asran, Selasa (3/10/2023).

Baca juga: Pasien BPJS di Mamasa Dimintai Uang Bensin Ambulance, Pj Bupati Yakub F Solon Ngaku Tak Tahu

Baca juga: Pasien BPJS Aktif Diminta Bayar Rp760 Ribu Pihak Puskesmas Mamasa untuk Pembeli Bensin Ambulans

Asran menyebut, pasien BPJS aktif biasanya sarana dan layanan kesehatannya ditanggung dengan limit tertentu.

“Di BPJS itu ada tercover ada juga tidak, kalau tidak tentu harus ada kompromi dari kedua pihak,” jelas Asran saat ditemui di kantornya, Kompleks perkantoran gubernur sulbar.

Asran menambahkan, jika pembayaran tersebut masuk pada limit yang ditanggung BPJS tentu saja pihak Puskesmas Mamasa bakal kena sanksi sesuai perundang-undangan yang berlaku.

Sebelumnya diberitakan, pasien BPJS di Kabupaten Mamasa dimintai uang oleh pihak puskesmas Mamasa.

Pasien tersebut berinisial M (20) warga desa Malabo, Kecamatan Tandukalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Dari informasi yang dihimpun Tribun-Sulbar.com, pasien dimintai uang dengan nominal Rp760 ribu dengan dalih pembeli bensin ambulans dan biaya perjalanan perawat di jalan.

"Iya betul, keluarga saya mau melahirkan dan sejak pagi kemarin bidan sudah sampaikan akan dirujuk ke RSUD Polman. Kami dimintai uang pihak tersebut sebanyak Rp760 ribu, katanya untuk pembeli bensin ambulans dan biaya perjalanan perawat," ujar keluarga pasien bernama Antika, saat dikonfirmasi, Senin (2/10/2023) sekira pukul 08:30 Wita.

Ia mengaku, pihak keluarga sempat kebingungan saat pihak Puskesmas meminta uang tersebut, sementara BPJS keluarganya itu aktif.

Sehingga lanjut Antika, pihaknya mempertanyakan hal tersebut kepada Kepala Puskesmas Mamasa, Yusup, untuk mengetahui secara jelas pembayaran terdebut.

"Saya konfirmasi ke Kapus dan dia juga membenarkan hal itu, dengan alasan untuk biaya jalan perawat dan pembeli bensin ambulans," paparnya.

"Alasannya, tidak ada anggaran karena klaim BPJS belum dibayarkan,"sambungnya.

Lebih lanjut ia memaparkan, berdasarkan hal itu dirinya kemudian menjelaskan kepada keluarga yang lain.

Sehingga kata dia, pihaknya sepakat untuk membayar biaya tersebut.

"Saya ke bidannya dan kami sempat beredu mulut, karena budannya bilang kami keluarga pasien sok tau," katanya.

Saat ini pasien tersebut sudah berada di RSUD Andi Depu Polman. (*)

Laporan Jurnalis Tribun-Sulbar.com, Maoidotuen Nasiha

 

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved