Kebakaran Mamuju
Korban Kebakaran di Simbuang Mulai Dirikan Tenda Durarat, Harap Belas Kasihan
Tempat itu menjadi tempat istirahat sementara, karena tidak lagi memiliki uang untuk membangun rumah kembali.
Penulis: Abey IT | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kondisi-terkini-korban-kebakaran-di-Simbuang-Mamuju-mulai-dirikan-tenda-darurat.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM,MAMUJU - Korban kebakaran di Simbuang, Kecamatan Simboro, Mamuju, mulai dirikan tenda darurat di atas lokasi kebakaran.
Tenda terpal itu berdiri di atas puing-puing rumah atau kios yang sudah hangus terbakar pada Kamis (17/8/2023).
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Selasa (22/8/2023) pagi, ada lima tenda terpal berdiri di atas lokasi kebakaran.
Tempat itu menjadi tempat istirahat sementara, karena tidak lagi memiliki uang untuk membangun rumah kembali.
Di dalam tenda hanya ada alas karpet dan tumpukan pakaian bekas.
Beberapa warga lainnya sibuk mengumpulkan sisa-sisa barang masih bisa digunakan.
Salah satu korban kebakaran Fariki mengaku, sudah bingung akan tinggal di mana setelah rumahnya terbakar.
"Ya beginilah, kita sudah bangun tenda masih bingung mau ambil di mana uang untuk bangun rumah," ungkap Fariki kepada Tribun-Sulbar.com.
Kata dia, rumah miliknya sudah rata dengan tanah, barang-barang berharga di dalam rumahnya sudah tidak ada bisa diselamatkan.
Bahkan, dua orang anaknya kini tidak bisa sekolah karena pakaian sekolahnya ikut terbakar saat kejadian malam itu.
"Saya hanya tukang ojek kasian, bingung sudah kita ini harta semua habis, anak-anak tidak bisami lagi sekolah," ujarnya.
Dia berharap, pemerintah bisa memberikan bantuan perabot, dan kayu agar rumah bisa kembali terbangun.
Sebab tidak mungkin seterusnya tinggal di dalam tenda.
"Semoga kasian ada bantuan dari pemerintah, kita sendiri (korban) bingung mau memulai dari mana lagi," pintanya.
Sebelumnya, kebakaran hebat telah menghanguskan sekitar 30 unit rumah dan kios di depan SPBU Simbuang, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).