Dampak El Nino
Hujan Buatan dan Sumur BOR Solusi Terbaik Atasi Dampak El Nino?
Mitigasi yang dilakukan, dengan memastikan ketersediaan air dengan cara menampung air hujan yang saat ini masih terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Salah-seorang-petani-perlihatkan-kondisi-sawah-yang-kekeringan-akibat-kemarau-panjang.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Kepala Badan Nasional Penanggulan Bencana (BNPB) Suharyanto menyebutkan BNPB telah menyiapkan dua langkah untuk menghadapi kekeringan akibat El Nino.
Pertama, mengimbau daerah untuk memastikan ketersediaan air di wilayah-khususnya di daerah yang diprediksi akan mengalami kekeringan cukup signifikan.
Mitigasi yang dilakukan, dengan memastikan ketersediaan air dengan cara menampung air hujan yang saat ini masih terjadi.
Baca juga: Buat Sawah Kekeringan Hingga Petani Gagal Panen, Kapan Fenomena El Nino Berakhir? Ini Kata BMKG
Baca juga: Empat Dusun Desa Kuo Mamuju Tengah Kering Gara-gara El Nino, Rawa Tanjung Hingga Kampung Baru
Pun, BNPB bekerjasama dengan BMKG dan BRIN juga telah melakukan rekayasa menurunkan hujan melalui teknologi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengairi danau, embung, sungai, dan sumur.
"Kami juga membuat sumur bor baru sehingga apabila kekeringan datang dengan lebih besar dan dahsyat air ini bisa digunakan masyarakat," kata Suharyanto dikutip dari laman resmi BMKG.
Langkah kedua, mewaspadai terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). BNPB telah melakukan apel kesiapan dan kesiapsiagaan di enam provinsi prioritas rawan karhutla seperti Sumsel, riau, Jambi, Kalbar, Kalsel, dan Kalteng.
Saat ini pasukan darat sudah melakukan kesiapsiagaan dan pembaharuan alat untuk melakukan operasi pemadaman.
"Jika kebakaran membesar, BNPB sudah menyiapkan 31 unit helikopter untuk melakukan water bombing," kata Suharyanto.
Dampak El Nino terhadap pertanian di Indonesia sangat besar.
Sawah alami kekeringan, hingga membuat petaniggaal panen.
Kondisi ini hampir dialami di seluruh wilayah Indonesia, tak terkecuali di Sulawesi Barat.
Salah satunya di Desa Kuo Mamuju Tengah (Mateng).
Luas hektare lahan pertanian sawah kekeringan kategori ringan seluas 20 hektare, sedangkan kategori berat seluas 15 hektare.
Sebanyak empat dusun di Desa Kuo mamuju tengah kering sawahnya dengn kondisi berat akibat El Nino.
Keempat dusun itu di antaranya Rawa tanjung, Rawan pandang, Kampung baru dan Purwodadi