Stadion Manakarra
Lidik Dugaan Korupsi Renovasi Stadion Manakarra, IPMAPUS Malah Pertanyakan Integritas Kejati Sulbar
Ali sapaannya akrabnya, menilai kasus tersebut tidak akan bisa diselesaikan Kejati Sulbar.
Penulis: Zuhaji | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ketua-IPMAPUS-Sulbar-Ali-Mustakim-saat-diwawancarai.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Ikatan Pelajar Mahasiswa Pitu Ulunna Salu (IPMAPUS) Sulawesi Barat (Sulbar) merespon kasus dugaan korupsi renovasi Stadion Manakarra Mamuju.
Ketua IPMAPUS Sulbar, Ali Mustakim mengatakan fasilitas olahraga yang dibangun untuk persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) ke-4 Sulbar tahun 2022 lalu memang tidak maksimal.
"Final sepakbola dilakukan dalam kondisi masih banyak alat berat yang beroperasi, harusnya sudah dicurigai saat itu," katanya melalui sambungan telepon seluler, Jumat (21/7/2023).
Baca juga: Cium Aroma Korupsi, Kejati Sulbar Lidik Volume dan Mutu Material Renovasi Stadion Manakarra
Kata dia, fasilitas panjat tebing saat itu juga masih belum terbangun.
Sehingga perlombaan terpaksa dialihkan ke venue lain.
"Bahkan cabang olahraga atletik dipindahkan ke kabupaten lain," sebutnya.
Ali sapaannya akrabnya, menilai kasus tersebut tidak akan bisa diselesaikan Kejati Sulbar.
Pihaknya ragu dan mempertanyakan apakah Kejati Sulbar adalah APH yang berkeadilan?
"Atau mala menjadi lembaga rekening berjalan, tidak punya integritas," tambahnya.
"Tentu argumentasi di atas punya landasan, mengingat kasus yang menumpuk tak kunjung ada penyelesaian hingga bertahun-tahun, ketika ada kasus-kasus yang hangat atau milliaran mereka (Kejati) sangat antusias ujungnya mati di dalam," pungkas Ali.
Dari itu, Ali Mustaqim menyampaikan mosi tidak percaya Kejati Sulbar. (*)
Laporan Wartawan Tribunsulbar.com Zuhaji