Universitas Terbuka Majene
DAFTAR 42 Program Studi di UT Majene, Ada D-III Perpajakan hingga S3 Administrasi Publik
Direktur UT Majene, Anfas mengatakan di 2023 ini menargetkan peningkatan mahasiswa sebanyak 6.000 orang.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Direktur-UT-Majene-Anfas-bersama-pengurus-kelompok-belajar-saat-menggelar-rapat-kerja-daerah.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Berikut daftar 42 Program Studi di Universitas Terbuka (UT) Majene berada di Jl Poros Majene, Kelurahan Lembang, Kecamatan Banggae Timur, Majene.
Saat ini jumlah mahasiswanya di semester satu 2023 sudah mencapai 4.200 orang.
Mereka tersebar di 42 program studi seperti Perpajakan (DIII) hingga Administrasi Publik (S3).
Akreditasi A sebanyak 13 program studi, akreditasi B sebanyak 27 dan akreditasi C baik 3 program studi.
Direktur UT Majene, Anfas mengatakan di 2023 ini menargetkan peningkatan mahasiswa sebanyak 6.000 orang.
"Sesuai amanah dari kementerian untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa capai satu juta," terang Anfas kepada wartawan Tribun-Sulbar.com Sabtu (8/7/2023).
Hal itu kata dia, agar UT Majene dapat berkontribusi untuk meningkatkan Angka Partisipasi Kasar (APK) perguruan tinggi.
Disebutkan peran UT sebagai Pendidikan Tinggi Terbuka Jarak Jauh (PTJJ) diharapkan mampu memberikan pelayanan baik dan optimal.
Pembahasan poin dalam Rakerda Pokja 2023 dalam meningkatkan pelayanan bagi mahasiswa dan meningkatkan sinergitas.
Anfas mengatakan rapat kerja ini dilaksanakan setiap semester.
"Tujuannya untuk konsolidasi pembinaan terhadap pengurus kelompok belajar dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan mahasiswa," terang Anfas kepada wartawan.
Dia menjelaskan pelayanan itu mulai dari pengembangan Sosialisasi dan Promosi (Sosprom).
Kemudian layanan proses pembelajaran mahasiswa, hingga proses evaluasi secara keseluruhan.
Sehingga, lanjut Anfas layanan UT Majene kepada seluruh mahasiswa dan masyarakat berkualitas.
"Bagaimana membuka akses agar masyarakat dapat menikmati layanan pendidikan tinggi tanpa harus ke luar daerah," lanjutnya.