Penemuan Granat
Lokasi Penemuan Granat di Mamasa Dijaga Polisi
Bahan peledak diduga Granat ditemukan bocah berusia 5 tahun bernama Panji, bersama ayahnya Muliadi.
Penulis: Adriansyah | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/pihak-petugas-melakukan-olah-TKP-penemuan-granatSemuel-Mesakaraeng.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Satuan Reserse Kriminal Polres Mamasa, masih mengamankan lokasi penemuan sebuah benda diduga granat.
Bahan peledak diduga Granat ditemukan bocah berusia 5 tahun bernama Panji, bersama ayahnya Muliadi.
Panji bersama ayahnya hendak mengumpul batu kerikil di sungai kecil, tak jauh dari rumahnya dekat area persawahan warga.
Panji yang sedang mengumpulkan batu kerikil ke dalam karung, tiba-tiba menemukan bahan peledak tersebut.
Usai ditemukan, granat tersebut dibawa Panji dan Ayahnya ke rumahnya lantaran penasaran.
Muliadi memberi tahu kepada saudaranya yang juga merupakan Polisi.
Ia diminta oleh saudaranya untuk mengamankan barang tersebut dan dijauhkan dari rumah dan jangkauan warga sekitar karena berbahaya.
Setelah mendapat informasi adanya penemuan bahan peledak itu, Satreskrim Polres Mamasa langsung mendatangi tempat kejadian.
Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Hamring mengatakan, sekira Pukul 10.00 Wita, setelah mendapat laporan dari masyarakat adanya penemuan bahan peledak, pihaknya langsung menuju TKP.
Di lokasi, petugas langsung mengamankan barang bukti serta mengamankan TKP.
Guna menghindari hal yang tak diinginkan, warga dilarang mendekati TKP.
Menurut Kasat Reskrim, bom itu akan diteliti oleh Tim Penjinak Bom Resmob Polda Sulbar.
Belum dapat dipastikan bom itu masih aktif atau tidak, lantaran pihak Polres Mamasa masih menunggu tim dari Polda Sulbar melakukan penelitian.
"Kami masih menunggu tim dari Polda untuk mengevakuasi benda itu," ujarnya.
Di samping menunggu tim penjinak bom, saat ini TKP masih dijaga ketat oleh Satreskrim dan Polsek Mambi.(*)
Laporan Tribun-Sulbar.com/Semuel Mesakaraeng