Berita Mamasa
Habiskan Rp 5 Miliar, Pasar Rakyat Malabo Mamasa Bertahun-tahun Terbengkalai
Pasar Malabo dibangun pada tahun 2018 menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) kurang lebih Rp 5 miliar.
Penulis: Adriansyah | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pasar-Rakyat-Malabo-Mamasa-dibiarkan-terbengkalai.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Pasar Rakyat Malabo, Kecamatan Tanduk Kalua, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kembali menjadi sorotan.
Pasalnya, Pasar Malabo yang berada di Desa Bala Batu Mamasa ini dinilai tidak miliki asas manfaat.
Padahal pasar itu dibangun pada tahun 2018 menggunakan anggaran pendapatan belanja negara (APBN) kurang lebih Rp 5 miliar.
Ironisnya, pasar itu bak rumah hantu ditumbuhi rerumputan lantaran tidak ada aktivitas jual beli laiknya pasar pada umumnya.
Dikabarkan pasar itu sempat beroperasi namun tidak ramai dikunjungi konsumen karena ada dua pasar di Kecamatan Tandukkalu.
Satu pasar yakni pasar lama berada di Desa Pambe.
Akibat tak ada pembeli, pedagang enggan berjualan di pasar itu.
Sebabnya, pasar itu kembali ditutup.
Camat Tandukkalua, Jeim Resvin B. Kila, mengungkapkan alasan pasar itu tidak beroperasi.
Dia menjelaskan, telah empat kali pergantian camat di Tandukkalua, kendala yang dialami semua sama, yakni pasar itu dianggap tidak representatif.
Alasan kedua sehingga tidak difungsikan, karena tidak ada pembeli.
Kendati begitu, Resvin, sapaan Camat Tandukkalua, mengaku soal alasan pembeli, itu bisa dicarikan solusi.
"Bisa kita carikan solusi, karena dimanapun pasar pasti orang akan ke situ membeli. Tetapi harus ada tindakan dari rekan-rekan di Dinas Koperindag," kata Resvin, ditemui di Kantornya, Jumat (13/1/2023) siang tadi.
Alasan lain kata Resvin, yakni persolan listrik dan air bersih yang belum tersedia.
Dengan itu, Resvin mengaku tak mau ambil resiko, sebab jika dipaksakan beroperasi, sudah barang tentu pedagang tidak akan bertahan lama.