Opini
Malaikat 'Kaget'
Dalam kajian keagamaan, ada tiga makhluk Tuhan yang berbeda-beda dalam menyikapi perintah Tuhan yaitu Malaikat, Nabi dan manusia biasa.
Oleh : Ilham Sopu
Mendengar kalimat malaikat kaget, tentu kita juga akan kaget, malaikat kok kaget, makhluk yang tidak pernah berhenti dalam beribadah kepada Tuhan.
Mereka tidak berhenti bertasbih, bertahmid, dan menyucikan Tuhan.
Sebagaimana dalam Al-Qur'an "Kami selalu bertasbih, memuji, dan menyucikan nama-M", itulah Malaikat, makhluk Tuhan yang paling setia dalam melakukan penyembahan kepada Tuhan-nya.
Dalam kajian keagamaan, ada tiga makhluk Tuhan yang berbeda-beda dalam menyikapi perintah Tuhan yaitu Malaikat, Nabi dan manusia biasa.
Malaikat makhluk Tuhan yang sangat taat kepada Tuhan dan tidak pernah berbuat durhaka kepada Tuhan.
Ketika Tuhan akan menjadikan manusia sebagai khalifah di bumi sebagaimana dalam Qur'an "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi, Mereka berkata, Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih, memuji-Mu, dan menyucikan nama-Mu?".
Sangat menarik dialog antara Tuhan dan Malaikat, Tuhan memberitahukan kepada Malaikat, tentang rencananya untuk menciptakan wakilnya di dunia atau Khalifah.
Mendengar perkataan Tuhan tersebut Malaikat agak terkejut, kaget, lalu bertanya kepada Tuhan dengan sedikit protes.
Wahai Tuhan, apakah Engkau akan mengangkat mandataris-Mu yang nantinya senang membuat kerusakan dan menumpahkan darah?.
Tuhan tidak menyalahkan Malaikat, dengan protesnya tersebut, dan memang terbukti bahwa prediksi Malaikat itu betul-betul terjadi, banyak kejadian-kejadian akibat ulah manusia.
Kerusakan alam, lingkungan sehingga menimbulkan banjir, para teroris yang melakukan bom bunuh diri yang terbunuh banyak manusia yang tidak bersalah, perang antar sesama manusia, dan kejadian-kejadian lainnya dilakukan oleh manusia.
Para Malaikat merasa sudah berbuat yang terbaik bagi Tuhannya. Perkataan Malaikat, kami selalu bertasbih, memuji, dan menyucikan nama-Mu.
Apakah tidak cukup dengan amalan itu?. Seakan-akan dalam pandangan Malaikat bahwa yang berhak untuk mengembang tugas sebagai khalifah adalah dirinya.
Karena kapasitas mereka yang selalu bertasbih, memuji dan menyucikan nama Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ilham-Sopu.jpg)