Senin, 27 April 2026

Demo Atasi Sampah

Didemo HMI Polman, DLHK Polman Sebut Ammasang Binuang TPS Sementara

Sampah yang ada di Polman dibawa di pembuangan sampah sementara di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Munawwarah Ahmad
zoom-inlihat foto Didemo HMI Polman, DLHK Polman Sebut Ammasang Binuang TPS Sementara
Tribun Sulbar / Fahrun Ramli
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Kebersihan, M Hajir menanggapi soal unjuk rasa HMI Polman terkait persoalan sampah, ditemui di Kelurahan Madatte, Polman, Sulbar, Jumat (6/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) menanggapi soal unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Polman.

Salah satu tuntutan dari HMI Polman ialah persoalan penanganan sampah di Kabupaten Polewali Mandar.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bidang Kebersihan DLHK Polman, M Hajir mengatakan saat ini Tempat Pembuangan Akhir (TPA) secara resmi belum tersedia.

Setelah ditutupnya TPA di Desa Amola, Kecamatan Binuang, Polman, Januari 2022 lalu.

Hajir mengatakan sampah yang ada di Polman dibawa di pembuangan sampah sementara di Kelurahan Amassangan, Kecamatan Binuang.

Di lokasi tersebut, lahan kosong ditimbun dengan sampah untuk dijadikan lapangan sepak bola.

"Nantinya akan dijadikan lapangan, sampah seblah bawa, dan tanah timbunan seblah atas," terang Hajir saat di temui di Kelurahan Madatte, Jumat (6/1/2023).

Ia menepis anggapan HMI Polman yang menilai kinerja DLHK tidak serius menangani soal sampah.

Hajir mengatakan sebanyak 259 petugas kebersihan bekerja setiap hari menangani tumpukan sampah.

Sampah tersebut lalu dibawah ke Kelurahan Ammasang yang menjadi lokasi pembuangan akhir sementara.

"Kurang lebih sudah tiga bulan, sampah di bawa kesana, itu juga permintaan masyarakat setempat," lanjutnya.

Dikatakan, untuk sementara waktu, masalah tumpukan sampah dapat teratasi dengan cara tersebut.

Sembari menunggu, upaya pemerintah daerah untuk mengadakan lokasi tempat pembuangan akhir (TPA) permanen.

Hajir mengatakan setiap harinya, Polman sendiri menghasilkan sampah kurang lebih 50 ton setiap hari.

Sampah itu, dapat teratasi oleh 259 petugas kebersihan yang setiap hari bekerja.

"Sehingga saat ini tumpukan sampah sudah berkurang, kita sudah bekerja semaksimal mungkin," ungkapnya.

Ia juga berharap, seluruh elemen masyarakat ikut terlibat untuk berupaya meminimalisir tumpukan sampah di masyarakat.

Sebelumnya, diberitakan HMI cabang Polman, menggelar aksi unjuk rasa, menuntut soal sampah dapat teratasi.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved