Berita Polman

Pemkab Polman Janji Segera Bangun Jembatan Penghubung Desa Tapua Matangnga Tahun 2023

Hingga kini, akses jalan penghubung belum dapat dilalui, warga Desa Tapua pun harus bersusah paya menyebrangi sungai menggunakan rakit bambu.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Kapolsek Matangnga
Warga Desa Tapua, Kecamatan Matangnga, Kabupaten Polman, Sulbar, harus menggunakan rakit saat menyebrangi sungai lantaran jembatan terputus, Senin (19/12/2022). (Dok Kapolsek Matangnga). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) janji segera bangun jembatan antara desa di Desa Tapua, Kecamatan Matangnga.

Diketahui, jembatan di desa itu terputus akibat luapan aliran sungai Jumat (16/12/2022) kemarin lalu.

Hingga kini, akses jalan penghubung belum dapat dilalui, warga Desa Tapua pun harus bersusah paya menyebrangi sungai menggunakan rakit bambu.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Polman mencatat panjang jembatan itu mencapai 30 meter.

Menghubungkan antara desa Baba'tapua dengan enam dusun di Tapua, Kecamatan Matangnga.

Kepala BPBD Polman, Andi Afandi mengatakan jembatan itu akan dibangun pada 2023 mendatang.

"Hasil koordinasi dengan PUPR, Insyaallah itu sudah menjadi prioritas pembangunan di awal 2023 mendatang," terang Andi Afandi saat ditemui di Kelurahan Madatte, Kecamatan Polewali.

Dikatakan saat ini penanganan darurat telah diambil untuk penyeberangan sementara bagi warga desa.

Afandi menuturkan pembangunan jembatan itu sudah dibicarakan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Polman.

Bahkan, Dinas PUPR Polman sudah mendatangi lokasi jembatan putus tersebut untuk melihat langsung.

"Kondisi jembatannya memang sudah tua, untuk sementara waktu akan diberikan bronjong," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Tapua, yang hendak menuju desa lain harus menyeberangi sungai dengan rakit bambu.

Jembatan terputus saat hujan deras mengguyur daerah tersebut selama dua hari berturut-turut mulai, Jumat (16/12/2022) kemarin.

Hingga kini, warga yang ingin menyeberangi sungai tersebut dengan kendaraan, harus menaiki rakit bambu.

Rakit itu kemudian didorong oleh warga lain ke tepi sungai.

Selain didorong, juga dibantu dengan cara ditarik oleh warga lainnya.

Kapolsek Matangnga, Ipda Burhan, mengatakan, cara satu-satunya warga saat ini agar dapat menyeberang harus menggunakan rakit.

"Jembatannya terputus gara-gara hujan deras, saat ini warga menggunakan rakit untuk menyeberang," ujar Burhan kepada Tribun-Sulbar.com.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved