Berita Majene

Mahasiswi di Majene Tuntut Kadis DP3A Segera Mundur, Dianggap Tak Becus Tangani Kasus Pelecehan

Menanggapi aksi mahasiswa, Kepala Dinas P3A Riadiah Zakariyah mengatakan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa sudah dilaksanakan.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Ilham Mulyawan
ist
Demo Mahasiswi di Majene 

TRIBUN - SULBAR.COM, MAJENE -- Mahasiswi yang mengatasnamakan Aliansi Pergerakan Perempuan Majene berunjuk rasa di depan Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Rabu (7/12/2022).

Aksi ini dilakukan sebagai bentuk kekecewaan mereka, karena menilai DP3A tidak becus menangani kasus pelecehan seksual yang meresahkan mahasiswi di Majene.

Massa menuntut Kepala Dinas P3A, Riadiah Zakariyah dicopot dari jabatannya karena tidak mampu melaksanakan tugas dan fungsinya atas kasus pelecehan yang menimpa sejumlah mahasiswi.

"Copot kadis, copot kadis," teriak pengunjuk rasa saat hendak memasuki kantor Dinas P3A Majene sambil membawa bendera dan spanduk berisi tuntutan massa aksi.

Selain itu, pendemo meminta agar mengevaluasi kinerja dalam menyelesaikan kasus kekerasan terhadap perempuan.

Massa meminta agar ada pendampingan serius terhadap korban dalam kasus tersebut.

Menanggapi aksi mahasiswa, Kepala Dinas P3A Riadiah Zakariyah mengatakan apa yang menjadi tuntutan mahasiswa sudah dilaksanakan.

Ia mengaku sudah melakukan pendampingan terhadap seorang korban dan sudah memanggil psikolog.

"Selain itu kami juga bersama kepala UPTD kami dan polres mendatangi kos kosan korban," ucapnya.

Menurutnya dalam pendampingan kasus dugaan pelecehan yang menimpa mahasiswi baru satu orang.

"Satu orang yang kita dampingi karena hanya satu yang melapor," ujarnya.

Dari pantauan tribun sebelum melakukan dialog dengan Kadis P3A, pendemo berorasi di depan kantor tersebut.

Aksinya diwarnai dengan pembakaran ban bekas sebagai simbol kekecewaan terhadap dinas P3A.

Pendemo yang mayoritas perempuan juga membawa spanduk berisi tuntutan mereka.

Sekedar diketahui kasus pelecehan seksual yang menimpa mahasiswa sudah berhasil diungkap oleh kepolisian.

Pelakunya adalah berinisial T seorang buruh lepas dan kini mendekam di sel tahanan Polres Majene. Usianya sekitar 19 tahun.

Aksi pelecehan dilakukan dengan cara memasuki kos kosan mahasiswi pada dini hari disaat korban sudah terlelap tidur.(san)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved