Opini
Melihat Kembali Pencapaian IPM Sulawesi Barat
Angka tersebut meningkat sebesar 0,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 66,36.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Septika-Dwi-Haryati-Statistisi-pada-BPS-Provinsi-Sulawesi-Barat.jpg)
Oleh: Septika Dwi Haryati
Statistisi BPS Provinsi Sulawesi Barat
Pembangunan manusia dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan, tak terkecuali di Sulawesi Barat (Sulbar).
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2022 pada 1 Desember lalu sebesar 66,92.
Angka tersebut meningkat sebesar 0,84 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 66,36.
Meskipun mengalami peningkatan namun angka tersebut belum mampu mencapai target IPM yang ditetapkan pemerintah provinsi Sulbar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Target IPM yang ditetapkan sebesar 68 untuk tahun 2022.
Belum tercapainya target ini juga dipengaruhi oleh adanya pandemi Covid-19 yang melanda sejak 2020 silam.
Pandemi Covid-19 menyebabkan angka IPM mengalami perlambatan, terbukti dengan pertumbuhan IPM pada tahun 2020 sebesar 0,58 persen dan berlanjut pada tahun 2021 yang hanya mampu tumbuh sebesar 0,39 persen.
Sebelumnya, pertumbuhan IPM Sulbar selalu berada di sekitar angka satu persen, bahkan pada tahun 2018 mencapai 1,24 persen.
Saat ini, seiring dengan membaiknya perekonomian, pertumbuhan IPM pun membaik dengan tumbuh sebesar 0,84 persen.
Untuk diketahui, IPM adalah indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup.
Adapun komponen pembentuk IPM yang digunakan adalah Angka Harapan Hidup (AHH), Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), serta pengeluaran per kapita yang disesuaikan.
AHH saat lahir didefinisikan sebagai rata-rata perkiraan banyak tahun yang dapat ditempuh oleh seseorang sejak lahir.
AHH saat lahir mencerminkan derajat kesehatan suatu masyarakat.
Selanjutnya, HLS didefinisikan sebagai lamanya sekolah (dalam tahun) yang diharapkan akan dirasakan oleh anak berusia 7 tahun ke atas di masa mendatang.
Sementara itu, RLS didefinisikan sebagai jumlah tahun yang digunakan oleh penduduk berusia 25 tahun ke atas dalam menjalani pendidikan formal.
IPM Sulbar masih berada pada kategori sedang sejak tahun 2011.
Kategori IPM tinggi dimulai dari capaian IPM sebesar 70, angka ini masih terbilang cukup jauh dari IPM Sulbar tahun ini.
Butuh peran serta pemerintah dan seluruh lapisan masyarakat untuk mampu meningkatkan capaian IPM Sulbar.
Salah satunya adalah dengan menjaga kualitas kesehatan masyarakat.
AHH sebagai salah satu komponen IPM berkaitan erat dengan kualitas kesehatan masyarakat.
Jika kualitas kesehatan masyarakat baik, maka harapan hidup setiap bayi yang baru lahir juga akan semakin panjang.
Untuk itu, penting menjaga kesehatan agar dapat tercipta lingkungan yang sehat untuk kualitas hidup yang lebih baik.
Dengan kualitas kesehatan yang baik maka akan berpengaruh juga terhadap pendidikan.
Pendidikan yang diikuti akan lebih lama dan memperoleh penghasilan secara ekonomi yang layak.
Seseorang yang sehat akan mudah dan berpeluang besar untuk mengikuti pendidikan yang lebih tinggi sehingga rata-rata lama sekolah juga akan meningkat.
Jika pada tahun 2022 ini rata-rata lama sekolah di Sulbar sebesar 8,08 tahun atau rata-rata pada jenjang kelas 2 sekolah menengah pertama, maka di tahun-tahun selanjutnya diharapkan rata-rata lama sekolah akan semakin meningkat.
Selanjutnya komponen lain pembentuk IPM adalah rata-rata pengeluaran yang disesuaikan.
Nilai rata-rata pengeluaran ini berkaitan dengan kemampuan daya beli masyarakat.
Dengan kualitas kesehatan yang baik, peluang memperoleh pendidikan juga semakin tinggi, maka semakin besar pula peluang untuk memperoleh pekerjaan atau menciptakan usaha di bidang ekonomi.
Sehingga hal ini akan memberikan penghasilan yang layak untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Dengan kemampuan mencukupi kebutuhan hidupnya secara langsung akan menghindarkan yang bersangkutan dari jurang kemiskinan.
Oleh karena itu, marilah kita menjadikan kualitas kesehatan masyarakat lebih baik demi tercapainya pembangunan manusia yang berkelanjutan.
Sebagai harapan agar pembangunan nantinya mampu menciptakan lingkungan yang memungkinkan rakyatnya untuk menikmati umur panjang, sehat, dan menjalankan kehidupan yang produktif di Sulbar Malaqbi ini.(*)