Berita Polman
Lomba Sandeq Mini, Cara Warga Laliko Polman Menjaga Budaya
Sandeq Mini salah satu cara warga Laliko merawat warisan budaya maritim dari turun temurun.
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Warga-antusias-mengikuti-lomba-Sandeq-Mini-di-Pantai-Labuang.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Puluhan Sandeq Mini dilombakan di pantai Labuang, Desa Laliko, Kecamatan Campalagian, Polman, Sulbar, Rabu (9/11/2022).
Sandeq Mini salah satu cara warga Laliko merawat warisan budaya maritim dari turun temurun.
Sama halnya perahu Sandeq, namun ukurannya kecil dan sama hanya mengandalkan angin.
Pembuatannya juga menggunakan kayu, layarnya menggunakan plastik, kemudian pakai bambu bagian penyeimbangnya, dan pengikatnya pakai tasi nelayan.
Perlombaan Sandeq Mini setiap tahunnya akan dilombakan di pesisir pantai Sulbar.
Setiap tahunnya akan dilombakan sekitar bulan Delapan karena masuk musim barat.
"Setiap tahun kita adakan perlombaan. Ini merupakan tradisi yang selalu kita jaga selalu," kata Salah satu warga Laliko, Muhlis Ujang saat ditemui di pantai Labuang, Polman, Sulbar, Rabu (9/11/2022).
Tahun ini 35 Sandeq Mini ikut lomba dengan memperebutkan hadiah beras dan uang saku.
Biasanya, yang ikut lomba anak muda hingga orang tua.
Terlihat, warga cukup antusias menonton perlombaan Sandeq Mini di pantai Labuang Polman.
Sandeq Mini adu tangkas yang hanya mengandalkan angin.
Diketahui, wilayah pesisir Sulbar memiliki ikon yang selama ini terjaga yakni Sandeq.
Sandeq sering kali dijumpai dipesisir pantai Sulbar.
Bahkan, baru-baru ini Sandeq melalui festival dilayarkan sampai ke Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur.(*)
Laporan wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin