Korkab PKH Polman Akan Beri Saksi Pendamping yang Arahkan Penerima BLT Belanjar di Satu Warung

Penerima BLT tersebut mengaku diarahkan oleh pendamping BLT. Parahnya, warung tersebut berada di luar Desa Barumbung.

Penulis: Kamaruddin | Editor: Nurhadi Hasbi
Arbab
Warga Desa Barumbung, Polman, terima BLT BBM Rp. 300 ribu, Senin, (12/9/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Koordinator kabupaten Program Keluarga Harapan (PKH) menegaskan akan memberi sanksi kepada pendamping yang terbukti mengarahkan kepenerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) belanjar di satu warung.

Diketahui, salah seorang penerima BLT atau Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Barumbung, Matakali, mengaluh karena dipaksa habiskan Rp 300 ribu dari total 500 ribu BLT diterima belanjar di satu warung.

Penerima BLT tersebut mengaku diarahkan oleh pendamping BLT. Parahnya, warung tersebut berada di luar Desa Barumbung.

"Katanya itu warung yang terdaftar, lokasinya di Kelurahan Matakali" ucap IL inisial salah satu KPM saat dihubungi via telepon.

Korkab PKH Kabupaten Polman, Rudi Hartono menegaskan tugas PKH hanya mendapingi, mengawasi bukan mengarahkan penerima manfaat.

"Sebentar saya mau kroscek itu kebenarannya ke pendamping, kalau pendamping PKH tidak bisa mengarahkan, tugasnya hanya pemantauan, mengawasi penyaluran BLT itu karena yang KPM atau yang terima ini ada KPM-nya PKH" ucap Rudi Hartono kepada Tribun via telepon, Rabu, (14/9/2022).

Dia menegaskan, pendamping PKH yang terbukti mengarahkan warga akan diberikan sanksi.

"Kalau ada yang terbukti kami pasti akan berikan sanksi, SP satu atau SP dua tergantung" katanya.

Dia menjelaskan, selama ini penujunkkan E warung dilakukan oleh pihak bank bukan dari PKH.

Rudi juga menegaskan bahwa PKH tidak bisa menunjuk sendiri E warung.

"Soal nota, harus e-warung ada notanya diberikan kepada penerima BLT yang sudah belanja sebagai bukti bahwa BLT sudah dibelanjakan" ungkapnya.

"Persoalan notanya mau dikumpul itu juga baru ditau informasinya, juknisnya apakah betul atau tidak," pungkasnya.

Pemilik E warung di Kelurahan Matakali, Kecamatan Matakali, Warda membenarkan sebanyak 200 lebih KPM membelanjakan BLT tersebut di E Warung miliknya.

Kata dia, pihaknya hanya disuruh menyediakan paket sembako dari pihak bank BRI.

"Saya hanya disuruh siapkan sembako dari bank BRI, kemarin yang datang sekitar 200 orang," ungkap Warda saat ditemui di warungnya.(*)

  • Baca Juga
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved