Festival Sandeq 2022
Sandeq Ratu Samudera Rusak Dalam Perjalanan Etape Banggae-Sendana
Sandeq tersebut yakni, Ratu Samudera milik Muliadi dan Merpati Putih milik Husain Syam, keduanya berasal dari Majene.
Penulis: Zuhaji | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Ketua-Panitia-Festival-Sandeq-2022-Muhammad-Ali-Chandra-saat.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Perahu peserta Sandeq Race mengalami kerusakan di perairan Pamboang, dalam perjalan etape Banggae-Sendana, Kamis (1/9/2022).
Sandeq tersebut yakni, Ratu Samudera milik Muliadi.
Ketua Panitia Festival Sandeq 2022, Muhammad Ali Chandra mengatakan kemungkinan kerusakan karena kondisi angin yang cukup kencang pagi ini.
"Angin kencang disitu," ujarnya saat TribunSulbar.com di Pantai Arteri, Jl Arteri, Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).
Namun, kata dia peserta tetap dapat melanjutkan perlombaan sekalipun peserta terlambat untuk mengejar passandeq lainnya.
Ali Chandra menuturkan peserta hanya perlu sesegera mungkin memperbaiki Sandeq miliknya dan kembali berlayar.
"Bisa dilanjutkan, kalau peserta bisa perbaiki kerusakannya silahkan lanjut," singkatnya.
Sebelumnya, puluhan peserta Festival Sandeq 2022 berlomba kembangkan layar di tanjung Silopo, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar (Polman).
Sebanyak 28 peserta, dan tujuh kapal sandeq klasik berlayar menuju etape pertama, Rabu (31/8/2022).
Lomba dimulai dengan ritual mapparonding sandeq atau mendorong kapal ke pinggir laut.
Para peserta yang mendengar aba-aba itu pun langsung mendorong kapal sandeqnya.
Delapan awak kapal dan satu punggawa mendayung ke tengah laut sembari mengembangkan layar.
Mereka mendayung untuk mencari arah anging menuju etapa pertama, yakni pantai Banggae, Majene. (*)
Laporan Wartawan TribunSulbar.com Zuhaji