Berita Seleb
Pemerintah Korsel Galau Tentukan Status Wajib Militer BTS, Kok Bisa?
Pemerintah Korea Selatan melalui Menteri Pertahanan, Lee Jong Sup direncanakan akan melakukan survei apakah BTS bisa pengecualian wajib militer
Penulis: Suandi | Editor: Ilham Mulyawan
TRIBUN-SULBAR.COM - Boygrup kenamaan asal Korea Selatan, yaitu BTS tengah diterpa isu mengenai wajib militer.
Pasalnya, anggota mereka yang tertua, yakni Jin bakal memasuki usia 30 tahun pada Desember 2022 mendatang.
Sesuai dengan aturan yang ada di Korea Selatan, maka sudah seharusya Jin menjalani wajib militernya.
Dikutip dari The Guardian pada Kamis (1/9/2022), Lee Jong Sup selaku Menteri Pertahanan Korea Selatan menyampaikan kepada anggota parlemen apabila ia memerintahkan para pejabat untuk melakukan survei publik guna menentukan, apakah BTS bisa mendapatkan pengecualian wajib militer.
Suervei ini dilakukan sebagai salah satu faktor yang akan menentukan status militer anggota BTS.

Baca juga: Konser Gratis BTS 15 Oktober, Hanya 100 Ribu Orang, Kok Penggemar Enggan Datang?
Baca juga: BTS Puncaki Reputasi Merek Model Iklan Bulan Agustus, Kalahkan Yoo Jae Suk Si MC Nasional
Lee Jong Sup juga mengungkapkan jika kementeriannya juga bakal melihat sejumlah faktor lain, seperti dampak ekonomi BTS, pentingnya dinas militer dan kepentingan nasional secara keseluruhan.
Secara hukum, smua pria berbadan sehat di Korea Selatan harus menjalani wajib militer selama 18-21 bulan di bawah sistem wajib militer.
Sistem ini dbentuk untuk meghadapi ancaman dari Korea Utara.
Akan tetapi, negara memberikan pengecualia kepada atlet, pemusik klasik, modern dan tradisional serta para penari yang dianggap telah mengangkat nama negara.
Mereka yang dikecualikan dari wajib militer, tetap harus menjalani pelatihan dasar selama tiga minggu.
Mereka juga diharuskan melakukan 544 jam kerja sukarela dan mengabdi di bidang profesinya masing-masing selama 34 bulan.
Pengecualian Wajib Militer untuk BTS
Beberapa politisi berpandangan pengecualian wajib militer untuk BTS, karena mereka dianggap telah meningkatkan citra Korea Selatan di mata dunia secara signifikan.
Sebuah survei swasta yang dilakukan awal tahun ini, menunjukkan sekitar 60 persen responden mendukung pembebasan militer untuk anggota BTS.
Tetapi survei swasta lainnya pada tahun 2020 menunjukkan pengecualian untuk BTS hanya didukung 46 persen sementara 48 persen menentangnya.
(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)