Harga Telur Mahal

Peternak di Campalagian Polman Beberkan Penyebab Harga Telur Mahal

Jumlah populasi peternak ayam petelur tidak sebanding lagi dengan permintaan telur di masyarakat.

Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Hasan Basri
Seorang karyawan ternak ayam petelur di Campalagian sedang mengumpulkan telur di kandang. 

TRIBUN - SULBAR. COM, POLMAN - Harga telur di pasaran terus merangkak naik.

Kenaikan telur ayam ras sudah mencapai Rp 57 ribu sampai Rp 58 ribu per rak.

Salah seorang peternak ayam petelur di Campalagian, Polman Ahmad Multazam membenarkan sebab kenaikan harga telur.

Di tingkat peternak sendiri naik dari harga Rp 40 ribu menjadi Rp 52 ribu per rak.

Multazam menyampaikan beberapa faktor yang menyebabkan harga telur mengalami kenaikan.

Jumlah populasi peternak ayam petelur tidak sebanding lagi dengan permintaan telur di masyarakat.

Semakin tinggi permintaan, otomatis mempengaruhi harga telur di pasaran.

"Populasi yang berkurang kemungkinan itu menjadi penyebab naiknya harga telur, " kata Multazam saat ditemui di kediamannya, Kamis (25/8/2022).

Selain itu, kenaikan harga telur juga dipicu oleh tingginya biaya pakan yang dikeluarkan oleh peternak.

"Ketika pakan naik otomatis akan mempengaruhi harga telur," ujarnya.

Sebab, lanjutnya, jika tidak menyesuaikan dengan biaya pengeluaran, para peternak terancam gulung tikar karena rugi.

Multazam mengaku harga pakan ayam hampir tiap pekan mengalami kenaikan.

"Sekarang diangka 7. 200 per kilogram," sebutnya. (san)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved