Musim Panen Padi di Wonomulyo Sebabkan Antrian Panjang di SPBU, Ada Apa?
Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Wonomulyo, Kabupaten Polewali mandar (Polman) habis
Penulis: Hamsah Sabir | Editor: Habluddin Hambali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Puluhan-truk-antre-solar-di-SPBU-Kecamatan-Wonomulyo.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar dan pertalite di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Wonomulyo, Kabupaten Polewali mandar (Polman) habis.
Kondisi ini membuat puluhan truk dan kendaraan penumpang roda empa, terpaksa harus mengantri hingga di pinggir jalan, Sabtu, (20/8/2022).
Pantauan TribunSulbar.com, puluhan truk terparkir di bahu jalan, untuk menunggu giliran mereka mengisi BBM.
Karyawan SPBU Kecamatan Wonomulyo, Arham saat dikonfirmasi mengatakan, BBM jenis solar sebenarnya tidak langka.
"Tapi sekarang sudh masuk musim panen padi, sehingga terjadi antrean, karena banyak petani yang mau beli solar untuk traktornya," ujar Arham.
"Nanti setelah panen ini, biasanya pembelian BBM jenis solar, akan normal kembali," sambung Arham lagi.
Arham menjelaskan, setiap hari, SPBU di Kecamatan Wonomulyo mendapat jatah solar mulai 8 Kilo Liter (KL) hingga 16 KL.
"Tapi sebenarnya itu tidak menentu. Karena kadang banyak, kadang juga tidak," ungkapnya.
Selain bahan bakar solar, bahan bakar pertalite juga habis.
Para pengendara motor dan mobil terlihat batal mengisi karena pertalite juga habis.
Mereka terlihat enggan membeli bahan bakar jenis pertamax.
Untuk BBM jenis Pertalite, Arham menyebutkan bahwa di SPBU Wonomulyo mendapat jatah 16 ton setiap harinya.
"Ini (pertalite) tidak langka sebenarnya juga. Tetapi belum masuk saja stoknya, dan tiap hari itu stok masuk sampai 16 ton,'' tegas Arham.(*)