Berita Mamuju Tengah
Harga Elpiji Non Subsidi Melejit, Pangkalan di Mateng Sebut Penjualan Tersendat, UMKM Menjerit
Adapun harga elpiji non subsidi di Pangkalan Haeruddin untuk ukuran 5,5 Kg saat ini di harga Rp 130 ribu sedangkan ukuran 12 Kg diharga Rp 250 ribu.
Penulis: Samsul Bachri | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Pangkalan-tabung-elpiji-Haeruddin-di-Jl-Poros-Topoyo-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH – Kenaikan harga elpiji non subsidi membuat pangkalan elpiji di Mamuju Tengah (Mateng) Sulawesi Barat (Sulbar) kekurangan pembeli.
Pemilik pangkalan mengaku sejak kenaikan harga beberapa waktu lalu, pembeli tabung non subsidi ukuran 5,5 Kg dan 12 Kg berkurang.
Salah satunya Hj Rosmini pemilik Pangkalan Haeruddin di Jl Poros Topoyo - Mamuju samping lorong Jl Abdul Majid Pattaropura, Desa Topoyo, Mateng.
Rosmini mengaku sejak harga naik pembelian tersendat.
“Jelas tersendat, mana pi harga sawit turun,” ujarnya saat ditemui di pangkalannya, Jumat (15/7/2022).
Menurutnya, orang pasti berfikir untuk membeli yang non subsidi.
Apalagi naiknya tidak sedikit.
“Kemungkinan besar akan beralih ke tabung subsidi, kasian apalagi sawit bisa di bilang tidak ada harganya sekarang,” terangnya.
Adapun harga elpiji non subsidi di Pangkalan Haeruddin untuk ukuran 5,5 Kg saat ini di harga Rp 130 ribu sedangkan ukuran 12 Kg diharga Rp 250 ribu.
Dikatakannya, kenaikan elpiji non subsidi ini tentunya sangat berdampak pada pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Yang paling rasakan dampaknya itu para pelaku UMKM yang selama ini pakai elpiji non subsidi,” tuturnya.
Bahkan menurutnya, sudah ada beberapa warung makan yang mengeluh.
“Sudah ada beberapa warung makan mengeluh ke saya, katanya mahal. Kita pangkalan hanya mengikut harga dari agen juga,”tuturnya.
Menurutnya, jika nantinya harga terus melonjak, pelaku usaha bisa dipastikan akan beralih ke gas subsidi 3 Kg.
“Otomatis akan beralih, apalagi sekarang pelanggan warung makan berkurang, mungkin karena dampak turunnya harga sawit,” pungkasnya.