Khazanah Islam

Pandangan Ulama Fikih, Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Dzulhijjah

Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dan Puasa Dzulhijjah cukup membaca satu niat, yaitu niat puasa qadha Ramadan.

Editor: Hasrul Rusdi
cheapumrahpackage.us
Ilustrasi - Pandangan Ulama Fikih, Hukum Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Dzulhijjah 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Bisakah menjalankan Puasa Dzulhijjah jika masih mempunyai utang puasa qadha Ramadan?

Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dengan Puasa Dzulhijjah hukumnya sah, menurut pandangan ulama fikih Hanafiyah, Syafiiyah, dan Imam Ahmad.

Adapun dalil yang menjadi pegangan para ulama tersebut adalah, Imam Ibnu Utsaimin yang mengatakan: 

"Orang yang melakukan puasa hari arafah, atau puasa hari asyura, dan dia punya tanggungan qadha ramadhan, maka puasanya sah. Dan jika dia meniatkan puasa pada hari itu sekaligus qadha ramadhan, maka dia mendapatkan dua pahala: (1) Pahala puasa arafah, atau pahala puasa Asyura, dan (2) Pahala puasa qadha. Ini untuk puasa sunah mutlak, yang tidak ada hubungannya dengan ramadhan.” (Fatawa as-Shiyam, 438).

Menggabungkan Puasa Qadha Ramadan dan Puasa Dzulhijjah cukup membaca satu niat, yaitu niat puasa qadha Ramadan.

Karena Idul Adha jatuh pada Minggu, 10 Juli 2022, dengan demikian:

- 1 Dzulhijjah jatuh pada hari Jumat, 1 Juli 2022

- 2 Dzulhijjah jatuh pada hari Sabtu, 2 Juli 2022

- 3 Dzulhijjah jatuh pada hari Minggu, 3 Juli 2022

- 4 Dzulhijjah jatuh pada hari Senin, 4 Juli 2022

- 5 Dzulhijjah jatuh pada hari Selasa, 5 Juli 2022

- 6 Dzulhijjah jatuh pada hari Rabu, 6 Juli 2022

- 7 Dzulhijjah jatuh pada hari Kamis, 7 Juli 2022

- 8 Dzulhijjah jatuh pada hari Jumat, 8 Juli 2022

Halaman
1234
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved