MotoGP 2022
MotoGP Jerman 2022: Fabio Quartararo Merasa Terlalu Lelet di Sirkuit Sachsenring
"Saya merasa baik, tetapi kami masih kehilangan beberapa performa," ujar Fabio Quartararo dikutip dari Crash.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Fabio-Quartararo-juara-dunia-MotoGP-usai-balapan-di-Sirkuit-Misano-Minggu-24102021.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Fabio Quartararo merasa terlalu lelet pada latiha bebas (FP) di MotoGP Jerman 2022, Jumat (17/6/2022) kemarin.
Pimpinan klasemen MotoGP 2022 itu mengakui ada beberapa masalah pada bannya setelah FP di Sirkuit Sachsenring, Jerman.
Namun, jelang kualifikasi MotoGP Jerman 2022, Fabio Quartararo memiliki perasaan yang baik, sama ketika balapan di Barcelona.
Terlebih saat balapan di Barcelona, Fabio Quartararo berhasil menang.
• Penyesalan Fabio Quartararo di MotoGP Jerman 2022 dan Kans Menuju Juara Dunia MotoGP 2022
Oleh karena itu, Fabio Quartararo masih memiliki asa untuk tampil apik di Sachsenring meski diganggu oleh masalah ban.
"Saya merasa baik, tetapi kami masih kehilangan beberapa performa," ujar Quartararo dikutip dari Crash.
"Maksud saya, kecepatan kami tidak terlalu buruk, tetapi di lap pertama dengan ban keras baru saya cukup lambat dibandingkan dengan yang lain, dan kami perlu menemukan solusi," tambahnya.
Pembalap asal Prancis itu mengaku tengah mencoba ban baru yang keras.
Dari pemilihan ban keras, Fabio Quartararo ingin meningkatkan itu saat turun di Sachsenring.
"Ketika saya menggunakan ban baru yang keras, rasanya seperti ban bekas, jadi itu sesuatu yang perlu kami tingkatkan."
Setelah melakoni latihan bebas pertama (FP1) dan kedua (FP20) Fabio Quartararo memiliki perasaan yang baik.
Sama seperti ketika balapan di Barcelona, perasaan baik itu kembali menghampiri Quartararo.
Perasaan itu bak jadi pertanda bagi Fabio Quartararo untuk kembali merengkuh kemenangan di Jerman.
"Perasaannya mirip dengan Barcelona. Mari kita lihat siapa yang akan dan siapa yang tidak akan membaik ketika suhu naik akhir pekan ini."
"Saya tidak berpikir itu akan menjadi masalah besar bagi kami."