Gempa Sulbar
Pelayanan di Terminal Simbuang Mamuju Tetap Normal Meski Jadi Titik Pengungsian
Berdasarkan data yang dihimpun TribunSulbar.com saat ini jumlah pengungsi khusus di Terminal Simbuang kurang lebih 244 jiwa.
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Suasana-warga-yang-mengungsi-di-terminal-type-A-Simbuang-Kelurahan-Simbor.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Pelayanan di Terminal Type A Simbuang, Kabupaten Mamuju, Sulawewi Barat (Sulbar) tetap normal, Kamis (9/6/2022).
Meski, Kota Mamuju, Kabupaten Mamuju diguncang gempa bumi berkekuatan 5,8 Magnitudo pada Rabu (8/6/2022) kemarin.
Terminal penumpang yang melayani tiga rute itu, tetap menjadwalkan keberangkatan bus pada malam nanti.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, terlihat para pengungsi masih menetap di stasiun pemberangkatan.
Warga yang mengungsi tersebut berasal dari Kelurahan Simboro dan sekitarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun TribunSulbar.com saat ini jumlah pengungsi khusus di Terminal Simbuang kurang lebih 244 jiwa.
Baca juga: Bupati Mamuju Todong Kepala BNPB: Bantuan Tahap 2 Belum Turun, Datang Lagi Gempa Pak
Baca juga: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto Mendarat di Mamuju, Bahas Bantuan Gempa Tahap Dua
Mereka mendirikan tenda camping untuk menginap dan sebahagian tidur di lorong terminal.
Meski dijadikan sebagai tempat pengungsian, terminal ini tetap akan melayani pemberangkatan bus.
Koordinator satuan pelayanan (korsappel) Terminal Simbuang Mamuju, Lukman mengatakan, jadwal keberangkatan penumpang pukul 19.00 Wita malam.
"Bedanya stasiun kedatangan akan difungsikan sebegai stasiun keberangkatan," ujar Lukman kepada Tribun-Sulbar.com.
Sebab saat ini satasiun keberangkatan bus dijadikan sebagai titik pengungsi para warga.
Warga yang datang mengungsi sejak Rabu (8/6/2022) sore usai gempat terjadi, dan saat ini masih menetap.
Sehingga stasiun kedatangan bus yang berada dekat dengan pintu keluar, menjadi stasiun keberangkatan.
Adapun jumlah bus yang beroperasi untuk malam nanti sebanyak delapan bus, sesuai jumlah perusahaan otobus (PO).
Ia mengimbau agar calon penumpang yang hendak berangkat agar secepatnya datang ke terminal.(*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli