Senin, 13 April 2026

Gempa Sulbar

Pelayanan di Terminal Simbuang Mamuju Tetap Normal Meski Jadi Titik Pengungsian

Berdasarkan data yang dihimpun TribunSulbar.com saat ini jumlah pengungsi khusus di Terminal Simbuang kurang lebih 244 jiwa.

Tayang:
Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Hasrul Rusdi
zoom-inlihat foto Pelayanan di Terminal Simbuang Mamuju Tetap Normal Meski Jadi Titik Pengungsian
Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com
Suasana warga yang mengungsi di terminal type A Simbuang, Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju, Kamis (9/6/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Pelayanan di Terminal Type A Simbuang, Kabupaten Mamuju, Sulawewi Barat (Sulbar) tetap normal, Kamis (9/6/2022).

Meski, Kota Mamuju, Kabupaten Mamuju diguncang gempa bumi berkekuatan 5,8 Magnitudo pada Rabu (8/6/2022) kemarin.

Terminal penumpang yang melayani tiga rute itu, tetap menjadwalkan keberangkatan bus pada malam nanti.

Pantauan Tribun-Sulbar.com, terlihat para pengungsi masih menetap di stasiun pemberangkatan.

Warga yang mengungsi tersebut berasal dari Kelurahan Simboro dan sekitarnya.

Berdasarkan data yang dihimpun TribunSulbar.com saat ini jumlah pengungsi khusus di Terminal Simbuang kurang lebih 244 jiwa.

Baca juga: Bupati Mamuju Todong Kepala BNPB: Bantuan Tahap 2 Belum Turun, Datang Lagi Gempa Pak

Baca juga: Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto Mendarat di Mamuju, Bahas Bantuan Gempa Tahap Dua

Suasana warga yang mengungsi di terminal type A Simbuang, Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju, Kamis (9/6/2022).
Suasana warga yang mengungsi di terminal type A Simbuang, Kelurahan Simboro, Kabupaten Mamuju, Kamis (9/6/2022). (Fahrun Ramli/Tribun-Sulbar.com)

Mereka mendirikan tenda camping untuk menginap dan sebahagian tidur di lorong terminal.

Meski dijadikan sebagai tempat pengungsian, terminal ini tetap akan melayani pemberangkatan bus.

Koordinator satuan pelayanan (korsappel) Terminal Simbuang Mamuju, Lukman mengatakan, jadwal keberangkatan penumpang pukul 19.00 Wita malam.

"Bedanya stasiun kedatangan akan difungsikan sebegai stasiun keberangkatan," ujar Lukman kepada Tribun-Sulbar.com.

Sebab saat ini satasiun keberangkatan bus dijadikan sebagai titik pengungsi para warga.

Warga yang datang mengungsi sejak Rabu (8/6/2022) sore usai gempat terjadi, dan saat ini masih menetap.

Sehingga stasiun kedatangan bus yang berada dekat dengan pintu keluar, menjadi stasiun keberangkatan.

Adapun jumlah bus yang beroperasi untuk malam nanti sebanyak delapan bus, sesuai jumlah perusahaan otobus (PO).

Ia mengimbau agar calon penumpang yang hendak berangkat agar secepatnya datang ke terminal.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Fahrun Ramli

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved