Tak Lagi Wajib PCR, Berikut Aturan Baru Naik Pesawat untuk Perjalanan Dalam & Luar Negeri

Meski begitu, Wiku menambahkan, akan melanjutkan upaya vaksinasi dan budaya hidup bersih dan sehat seperti penerapan protokol kesehatan.

Editor: Hasrul Rusdi
kompas.com
Warga menjalani tes usap polymerase chain reaction (PCR) COVID-19 di Rumah Sakit Baiturrahim, Jambi, Selasa (26/10/2021). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Berikut aturan baru naik pesawat untuk perjalanan dalam dan luar negeri yang berlaku sejak, Rabu (18/5/2022).

Pemerintah melonggarkan persyaratan perjalanan dalam dan luar negeri yang tak lagi mewajibkan PCR atau Antigen.

Mengutip Kontan.co.id, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan jika pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri yang sudah mendapatkan vaksin lengkap tidak perlu lagi untuk menunjukkan hasil tes PCR maupun antigen.

Pernyataan tersebut diungkapkan dalam konferensi pers yang digelar pada Selasa (17/5/2022).

Mengutip setkab.go.id, Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito juga menegaskan bahwa pemerintah menghapus kewajiban menunjukkan hasil tes Covid-19 bagi pelaku perjalanan domestik dan luar negeri bagi mereka yang telah mendapatkan dosis vaksin lengkap.

"Elaborasi arahan Presiden ini akan dituangkan dalam beberapa perubahan kebijakan pengendalian Covid-19, yaitu terkait pelaku perjalanan dalam negeri dan luar negeri dan masa berlaku efektifnya per tanggal 18 Mei 2022," ujar Wiku.

Mengutip Kompas.com, Wiku menyebut jika keputusan ini diambil sebagai langkah awal untuk transisi masa pandemi menjadi endemi.

"Nanti kalau kita lihat ke depannya kondisi penularan kasus Covid 19 makin lama makin terkendali, yang masuk rumah sakitnya makin lama makin sedikit, kesadaran masyarakat menjaga kesehatan dirinya sendiri semakin tinggi, kita juga bisa melakukan langkah-langkah relaksasi lainnya yang secara bertahap membuat hidup kita semakin normal," terangnya.

Meski begitu, Wiku menambahkan, akan melanjutkan upaya vaksinasi dan budaya hidup bersih dan sehat seperti penerapan protokol kesehatan.

Sebab, tambahnya, pandemi belum resmi dinyatakan berakhir oleh WHO.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved