Maleo Terancam Punah
Burung Maleo Terancam Punah, Pemerhati Lingkungan: Perlunya Perhatian Penuh
Akan sangat menyedihkan kalau orang Sulbar tahunya Hotel Maleo, tapi tidak tahu bahwa burung langka ini ada di lingkungan Sulbar.
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU- Burung Maleo (Macrocephalon Maleo) adalah burung endemik di Pulau Sulawesi.
Sementara, beberapa referensi ilmiah, Maleo ditemukan di Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Sedangkan, dalam peta sebaran Maleo, Sulawesi Barat tidak dicantumkan.
Ironis sebab fakta di lapangan, di Sulawesi Barat ada Burung Maleo, khususnya Mamuju, Mamuju Tengah dan Pasangkayu.
"Kabarnya juga ada di Polewali Mandar, tapi itu harus dicek langsung di lapangan," kata Pemerhati Lingkungan, Ridwan Alimuddin, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (28/4/2022).
Salah satu dampak jika Sulawesi Barat tidak dianggap memiliki Burung Maleo, kebijakan perlindungannya menjadi minim.
Seperti habitat Burung Maleo di Sulawesi Barat rusak, digantikan lahan sawit, pemukiman, tanah untuk tempat telurnya ditambang.
"Apakah sudah ada kawasan cagar alam atau perlindungan untuk Burung Maleo di Sulawesi Barat?," tanya Ridwan.
Malah, pusat pemerintahan Sulawesi Barat di Sumareq, signifikan merusak habitat Mamuju.
Alasannya, karena semua pihak tidak sadar bahwa hutan-hutan, yang meski dekat dengan pantai, adalah habitat Burung Maleo.
"Kita tidak terlambat untuk menyelamatkan Burung Maleo yang dalam bahasa Mamuju disebut "mamuang". Kita jangan puas bahwa telah menyelamatkan sosok Burung Maleo di logo porda tapi di sisi lain tak memberi perhatian kepadanya," ungkap Ridwan.
Akan sangat menyedihkan kalau orang Sulbar tahunya Hotel Maleo, tapi tidak tahu bahwa burung langka ini ada di lingkungan Sulbar.
Selain itu, dalam 1-2 tahun terakhir beberapa teman mulai mengumpulkan data tentang keberadaan burung maleo di Sulawesi Barat.
"Fotografer Yusuf Wahil sudah memiliki dokumentasi tentang keberadaan Burung Maleo di Mamuju Tengah. Dosen Fakultas Kehutanan Universitas Sulawesi Barat, Dr. Rita Bulan juga menjadikan kajian Burung Maleo sebagai bagian riset penting di kampusnya. Beberapa individu pun terlibat membantu kampanye menyelamatkan maleo Sulawesi Barat. Di media sosial kami pakai tagar #savemaleosulbar jika memposting poster-poster literasi maleo," bebernya.(*)
Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin