Selain Persoalan Gaji, Diskriminasi Buat Marko Simic Pergi dari Persija Jakarta

Masalah gaji dan mendapatkan perilaku diskriminatif membuat Marko Simic akhiri kontrak secara sepihak dengan Persija Jakarta. APPI sampai turun tangan

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
Tribunnews/Muhammad Nursina
Penyerang Persija Jakarta, Marko Simic berebut bola dengan gelandang Persipura Jayapura, Nelson Alom di laga BRI Liga 1 2021 antara Persija Jakarta vs Persipura Jayapura, Selasa (11/1/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM - Buntut peninggalan gaji Marko Simic yang belum dibayarkan oleh Persija Jakarta membuat Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) ikut turun tangan.

APPI menyampaikan, telah membangun komunikasi dengan Marko Simic guna mencari tahu duduk permasalahan dari kasus tersebut.

"APPI telah berkomunikasi dengan Simic sejak adanya sengketa mengenai ketidaksepakatan addendum antara Simic dengan Manajemen," kata M. Hardika Aji, CEO APPI melalui akun instragram resmi mereka.

"Yang dilakukan Simic ialah pengakhiran kontrak secara sepihak dengan alasan tidak terpenuhinya pembayaran gaji atau disebut 'Terminating a contract with just cause for outstanding salary dalam pasal 14bis RSTP," imbuhnya.

Seperti yang diwartakan sebelumnya, Marko Simic secara terbuka telah mengakhiri kontraknya secara sepihak dengan Persija Jakarta melalui media sosial resmi miliknya.

Pemain asing Persija Jakarta Marko Simic selebrasi seusai menjebol gawang PSIS Semarang pada pertandingan pekan 18 Liga 1 2021-2022 yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Kamis (6/1/2021) malam.
Pemain asing Persija Jakarta Marko Simic selebrasi seusai menjebol gawang PSIS Semarang pada pertandingan pekan 18 Liga 1 2021-2022 yang berakhir dengan skor 1-2 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, Kamis (6/1/2021) malam. (kompas.com)

Baca juga: Usung Misi Berbeda, Persija Teruskan Rapor Positif Kemenangan, Persib Bertekad Putus Trend Buruk

Baca juga: Rivalitas Akut Persija vs Persib, Motivasi Maung Bandung Jaga Kans Juara dan Tuntaskan Revans

Tidak hanya masalah gaji, Marko Simic juga kecewa dan menuduh Persija Jakarta bersikap diskriminatif dengan membangkucadangkan dirinya pada akhir-akhir Liga 1 2021/2022 karena menagih gaji kepada manajemen.

Permasalahan ini tentu saja menjadi sebuah isu yang begitu sensitif. Persija Jakarta bakal menghadapi masalah yang lebih serius lagi, apabila Super Simic, julukan Marko Simic, mengajukan kasus sengketa ini ke badan tertinggi sepak bola dunia (FIFA).

Sementara itu APPI mengungkapkan masih akan membangun komunikasi lebih lanjut dengan pemain berusia 34 tahun tersebut.

"Komunikasi dengan Simic baru sebatas anggota. APPI belum menerima laporan secara resmi untuk adanya tindakan perlindungan hukum," tutupnya.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved