Pasar Sentral Majene
Biang Macet, Pete-pete Kembali Dilarang Masuk Pasar Sentral Majene
Langkah tersebut diambil akibat keluhan warga dimana kehadiran pete-pete di sekitar pasar membuat arus lalu lintas terganggu.
Penulis: Masdin | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kondisi-jalanan-di-belakang-Pasar-Sentral-Majene.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Kendaraan angkutan kota (Angkot) atau mobil Pete-pete akan kembali ditertibkan masuk Pasar Sentral Majene, Sulawesi Barat (Sulbar).
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Majene, Ahmadia.
"Tahun depan diaktifkan ke terminal," ujarnya, Senin (18/4/2022).
Langkah tersebut diambil akibat keluhan warga dimana kehadiran pete-pete di sekitar pasar membuat arus lalu lintas terganggu.
Dimana kerap menimbulkan kemacetan saat mangkal dan berhenti untuk menurunkan penumpang di pasar.
Sehingga mobil pete-pete akan diarahkan untuk mangkal di Terminal Battayang, Kelurahan Banggae, Kecamatan Banggae.
Ahmadia mengatakan larangan tersebut akan diberlakukan tahun depan.
Sementara waktu supir pete-pete bisa masuk namun tidak diperbolekan mangkal, hanya menurunkan penumpang.
Sebelumnya, aturan larangan tersebut pernah coba diberlakukan Dishub.
Namun tidak bertahan lama akibat Pandemi.
"Kita sudah arahkan kesana (Terminal), namun begitu kesadaran sopir (kurang)," tambahnya.
Sopir beralasan semenjak pandemi mereka kekurangan pendapatan sehingga harus menjemput penumpang.
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Masdin