Lebaran 2022

Pemerintah Janji Stok BBM dan Bahan Pangan Aman Pada Momen Lebaran Tahun Ini

Pemerintah melalui Kemenko PMK mematikan stok BBM dan bahan pangan aman menjelang Lebaran 2022.

Penulis: Al Fandy Kurniawan | Editor: Ilham Mulyawan
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Daging sapi di lapak pedagang kompleks pasar baru, Jl Abdul Syakur, Kelurahan Karema, Mamuju, Sulbar dibadrol harga Rp 140 per kg, Jumat (15/4/2022) 

TRIBUN-SULBAR.COM - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyampaikan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), gas elpiji, dan bahan pokok menjelang pelaksanaan mudik Lebaran 2022 aman.

"Kita berupaya betul menjamin bahwa perjalanan ini, baik ketika berangkat maupun kembali lagi akan lancar selamat dan betul-betul mendapatkan kegembiraan bertemu dengan sanak saudara," kata Menko PMK Muhadjir Effendy, dikutip dari laman kemenokopmk.go.id pada Jumat (15/4/2022).

Sementara itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyampaikan, ketersediaan bahan pokok tergolong cukup aman.

Mendag Muhammad Lutfi menjelaskan, apabila harga bahan pokok seperti gula, masih stabil di harga Rp 14.700 atau menurun dibanding pekan lalu.

Sedangkan, harga daging sapi mengalami kenaikan tipis yaitu sebesar 0,53 jika dibandingkan dengan pekan lalu.

Muhadjir Effendy, Kemenko PMK
Muhadjir Effendy, Kemenko PMK (kemenkopmk.go.id)

Baca juga: Bahan Pangan Naik Tak Wajar, Asosiasi Pedagang: Gula Hingga Talur Ayam Cenderung Normal

Baca juga: Pertengahan Ramadan 2022, Harga Daging Sapi di Mamuju Tembus Rp 140 Ribu Per Kg

"Tetapi barang hortikultura seperti cabai merah, cabai merah keriting, cabai rawit merah sudah turun lebih dari 15 persen begitu juga dengan bawang terjadi penurunan. Dan yang naik sedikit adalah kedelai di harga Rp 100 dibanding minggu lalu," kata Mendag Muhammad Lutfi.

Tidak hanya itu, suplai akan BBM dan elpiji selama Ramadhan dan Lebaran juga dijamin aman.

Dari total 85,5 juta pemudik, 61,8 persen akan menggunakan mobil pribadi, motor dan bus, dan yang lainnya angkutan laut dan udara.

Adapun Nicke Widyawati selaku Dirut Pertamina menjelaskan, terjadi peningkatan kebutuhan gasoline dan gasoil.

"Peningkatan tertinggi arus mudik diperkirakan sampai 29 persen, kemudian ada arus libur wisata sampai 36 persen dan arus balik 22 persen," jelas Nicke Widyawati.

Pihaknya juga telah menyiapkan suplai dan distribusi tambahan untuk infrastruktur armada.

Sebanyak 230 unit motor akan menjual BBM ke kendaraan yang terjebak kemacetan baik di tol maupun luar tol.

"Kami juga menyiapkan SPBU Temporary yang tempatkan di rest area yang belum ada SPBU dan di lokasi titik kemacetan untuk mengurai antrean. Serta ada 50 unit dan 149 unit truk BBM untuk menambah distribusi dan suplai yang ada," terang Nicke Widyawati.

(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved