Aturan Baru Bepergian
Dokter Indah Minta Warga Sulbar Tetap Patuhi Protokol Kesehatan Saat Berpergian
Praktisi Kesehatan dr Indahwati Nursyamsi mengatakan pencabutan aturan PCR dan Antigen tidak serta-merta begitu menggembirakan.
Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Penanggung-jawab-Cabang-Mamuju-PT-Prima-Unggul-Global-Saktiawan.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Saat ini pemerintah telah mencabut aturan PCR dan Antigen syarat perjalanan khususnya naik pesawat terbang dan moda transportasi lainnya.
Akan tetapi harus melewati vaksinasi dua kali.
Praktisi Kesehatan dr Indahwati Nursyamsi mengatakan pencabutan aturan PCR dan Antigen tidak serta-merta begitu menggembirakan.
Karena masih ada aturan harus dilalui di masa pandemi Covid-19 masih berlangsung.
"Jadi saya tetap imbau masyarakat melaksanakan vaksin yang belum. Ini juga akan membuat kekebalan tubuh kita saat ikut vaksin," kata dr Indah saat hadir podcast Bicara Sulbar Tribun-Sulbar.com melalui zoom meeting, Senin (14/3/2022) malam.
Begitupun, saat ada keluarga datang dari berpergian tetap harus periksa kesehatan dulu sebelum berbaur bersama keluarga.
Hal itu, untuk menghindari ada penyakit atau virus bisa dibawa pulang.
"Jangan juga malu menerapkan prokes seperti menggunakan masker dan selalu mencuci tangan saat selesai beraktivitas," ungkap dr Indah.
Sedangkan, Penanggung jawab Cabang Mamuju PT Prima Unggul Global Saktiawan menyampaikan perjalanan umrah tetap masih menerapkan prokes.
Karena saat ini masih pandemi Covid-19.
"Setelah kembalipun masih ada aturan PCR dan karantina tiga hingga lima hari di Jakarta. Informasi terkahir kalau sudah booster maksimal satu hingga tiga hari karantina baru bisa pulang ke daerahnya," ucap Saktiawan.
Setelah, ada hasil dari karantinanya di Jakarta jika negatif.
Maka, jemaah bisa kembali terbang ke Makassar.
"Jadi memang masih ada evaluasi dari pemerintah saat jemaah tiba di Indonesia. Jadi tetap masih tes swab," ujarnya.
Dia membeberkan terakhir jemaahnya yang berangkat umrah kurang lebih 100 orang hanya 14 dinyatakan positif.
Selebihnya, bisa terbang ke Makassar.(*)