Hari Raya Nyepi
Sejarah dan Makna Hari Raya Nyepi: Hari Raya Umat Hindu, Dirayakan Setiap Tahun Baru Saka
Pada tahun 456 M (atau Tahun 378 Saka), datanglah ke Indonesia seorang pendeta penyebar Agama Hindu yang bernama Aji Saka asal dari Gujarat, India.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Umat-Hindu-melakukan-upacara-Melasti-untuk-menyucikan-diri-dari-dosa-menjelang-Hari-Raya-Nyep.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Hari Raya Nyepi jatuh pada Kamis 3 Maret 2022 besok.
Nyepi merupakan hari raya umat Hindu yang dirayakan setiap Tahun Baru Saka.
Dikutip dari laman Indonesia Baik, Tahun Baru Saka memiliki makna sebagai hari kebangkitan, hari pembaharuan, hari kebersamaan (persatuan dan kesatuan), hari toleransi, hari kedamaian sekaligus hari kerukunan nasional.
Setiap tahunnya, umat Hindu merayakan pergantian Tahun Saka yang dilakukan dengan cara Nyepi selama 24 jam.
Hari Nyepi jatuh pada hitungan Tilem Kesanga (IX) yang dipercayai merupakan hari penyucian dewa-dewa yang berada di pusat samudera yang membawa intisari amerta air hidup.
• Kumpulan Twibbon Ucapan Hari Raya Nyepi 2022, Bisa Dibagikan ke WhatsApp, Instagram dan Twitter
Untuk itu, umat Hindu melakukan pemujaan suci terhadap mereka.
Pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu akan berdiam diri dan tidak melakukan kegiatan seperti biasa.
Selain itu, pada saat Nyepi juga tidak ada aliran listrik, tidak menyalakan api, dan tidak melakukan aktivitas fisik.
Sejarah Hari Raya Nyepi
Dikutip dari denpasarkota.go.id, Hari Raya Nyepi sebenarnya merupakan perayaan Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan/kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 Masehi.
Adapun Agama Hindu berasal dari India.
Sebelum Masehi, kondisi di India sering diwarnai dengan pertikaian yang panjang antara suku bangsa yang memperebutkan kekuasaan sehingga penguasa (Raja) yang menguasai India silih berganti, yakni dari berbagai suku Pahlawa, Yuehchi, Yuwana, Malawa, dan Saka.
Di antara suku-suku itu yang paling tinggi tingkat kebudayaanya adalah suku Saka.
Ketika suku Yuehchi di bawah Raja Kaniska berhasil mempersatukan India maka secara resmi kerajaan menggunakan sistem kalender suku Saka.
Keputusan penting ini terjadi pada tahun 78 Masehi.