Pakai Hak Veto, Rusia Sigap Hadapi Resolusi DK PBB Atas Invasi di Ukraina, China Abstain
Rusia gunakan hak vetonya untuk blokir resolusi Dewan Keamanan PBB. China, UEA dn India abstain.
Penulis: Suandi | Editor: Nurhadi Hasbi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Kapal-Angkatan-Laut-Rusia-berlabuh-di-teluk-pelabuhan-Laut-Hitam-Sevastopol-di-Krimea.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM - Rusia memveto rancangan resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Jumat (25/2/2022).
Dilansir oleh Reuters, China, Uni Emirat Arab, dan India memilih abstain dalam pemungutan suara pada naskah yang dirancang oleh Amerika Serikat.
Adapun 11 Dewan Keamanan PBB (DK PBB) memberikan suaranya mendukung rancananh resolusi tersebut.
Sikap abstain China lantaran Beijing dan Moskow telah mendeklarasikan kemitraan "tanpa batas" untuk saling mendukung atas kebuntuan yang terjadi di Ukraina dan Taiwan dengan janji untuk berkolaborasi lebih banyak melawan Barat.
"Kami bersatu di belakang Ukraina dan rakyatnya, meskipun ada anggota tetap Dewan Keamanan yang sembrono dan tidak bertanggung jawab menyalahgunakan kekuasaannya untuk menyerang tetangganya dan menumbangkan PBB dan sistem internasional kami," ucap Dubes AS Linda Thomas-Greenfield.
Baca juga: Rusia Invasi Ukraina: Rusia Dicoret, Final Liga Champions Geser ke Paris, F1 GP Rusia 2022 Batal
Baca juga: Sejarah Perang Rusia-Ukraina yang Kian Memanas, Sejak Bubarnya Uni Soviet Hingga Keanggotaan NATO
Pemungutan suara PBB bahkan sempat mengalami penundaan selama dua jam.
Sebab, terjadi negosiasi antara Amerika Serikat dan anggota lainnya guna memenangkan abstain dari China.
Dewan Keamanan PBB sendiri melunakkan bahasa resolusinya dengan mengganti kata "mengutuk agresi Rusia terhadap Ukraina" menjadi "menyesalkan agresi Rusia terhadap Ukraina".
Rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB menuntut agar Rusia segera menghentikan penggunaan kekuatannya terhadap Ukraina.
Dan segera, sepenuhnya, serta tanpa syarat menarik semua pasukan militernya dari wilayah Ukraina di dalam perbatasannya yang diakui secara internasional.
Selain itu, rancanangan tersebut juga menuntut Rusia agar membatalkan pengakuannya atas dua negara separatis di Ukraina timur sebagai negara merdeka.
"Sangat disayangkan bahwa jalur diplomasi dihentikan. Kita harus kembali ke sana. Untuk semua alasan ini, India telah memilih untuk abstain dalam resolusi ini," ucap Duta Besar India untuk PBB TS Tirumurti kepada dewan tersebut.
(Tribun-Sulbar.com/Al Fandy Kurniawan)