Tim Puslabfor Polda Sulsel Diturunkan Identifikasi Penyebab Kebakaran Kantor DPRD Polman
Kebakaran yang terjadi pada Selasa (15/2/2022) menyebabkan fasilitas ruangan Kepala Bagian Umum DPRD Polman ludes terbakar.
Penulis: Hasan Basri | Editor: Nurhadi Hasbi
TRIBUN-SULBAR. COM, POLMAN - Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan diturunkan mengindentifikasi penyebab kebakaran Kantor DPRD Polewali Mandar (Polman).
Kebakaran yang terjadi pada Selasa (15/2/2022) menyebabkan fasilitas ruangan Kepala Bagian Umum DPRD Polman ludes terbakar.
Kedatangan tim Puslabfor didampingi Tim Indentifikasi Polres Polman, dengan menyisir dan melakukan identifikasi di lokasi kebakaran.
Kabid Puslabfor Polda Sulsel Kompol Inengah Tetet mengatakan, identifikasi atau olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti kebakaran yang terjadi di ruangan Bagian Umum Kantor DPRD Polman.
"Dari hasil olah TKP, kurang lebih dua jam kita telah mengambil abu arangnya termasuk kelistrikanya. Nanti akan kami bawa ke Makassar untuk uji forensik, dan sampel abu arangnya kita menggunakan instrumen PCNS.
Hasilnya itu paling lambat 2-3 minggu sudah dapat kita lihat, karena kasus di Makassar juga banyak,”ujar Kompol Inengah Tetet
Ia juga menyampaikan dari olah TKP ini pihaknya juga telah mengorek keterangan dari berbagai pegawai.
Termasuk Kepala Bagian Umum dan Pegawai Satpol yang berjaga pada malam itu.
“Untuk hasilnya kita tunggu saja uji forensiknya dari Makassar untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran itu,”tuturnya.
Sementara itu, Kepala Bagian Umum DPRD Polman, H Talibuddin mengatakan, Tim Puslabfor Polda Sulsel telah melakukan olah TKP untuk memastikan penyebab pasti kebakaran ini.
“Tim puslabfor mengorek keterangan dari kami, dan kami sampaikan sesuai dengan kejadian yang terjadi. Memang dalam musibah ini saya tidak berada ditempat dan nanti kebakaran baru kami disampaikan,”kata Talibuddin.
Ia mengaku dalam musibah kebakaran ini ada beberapa dokumen penting yang terbakar termasuk absen pegawai.
Kemudian data rumah tangga kedewanan dan juga beberapa alat elektronik seperti komputer, AC dan juga meja kerja pegawai.
"Kalau dihitung hitung kerugiannya itu mencapai Rp 100 juta lebih," pungkasnya.
Untuk penyebab kebakaran, lanjutnya, terjadi rembesan air dari atap dan mengenai colokan listrik sehingga terjadilah kebakaran.
“Saat ini penyebab kebakaran masih dugaan arus pendek listrik yang konslet akibat terkena air, karena kalau hujan pasti air merembes dari atas,”paparnya.(san)