Stunting Sulbar

86 Ribu Anak Sulbar Masih Derita Stunting, Majene Paling Banyak 35,7 Persen

Kabupaten Majene, menjadi daerah dengan angka stunting tertinggi di Sulbar, mencapai 35,7 persen.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Tribun-Sulbar.com/Fahrun Ramli
Sekretaris BKKBN Sulbar, Rusdi Manoarfa saat menerangkan tingginya kasus stunting di Sulbar, Rabu (9/2/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Angka stunting di Sulawesi Barat (Sulbar) masih menjadi problem besar.

Secara nasional, angka stunting atau kasus kurang gizi kronis di Sulbar masih tertinggi kedua, setelah Nusa Tenggara Timur, yang mencapai 43,8 persen.

Hal tersebut berdasarkan data Kemenkes RI Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021.

Prevalensi stunting secara nasional, Sulbar masih mencapai 33,8 persen atau sekitar 86 ribu anak.

Kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama, mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak.

Akibatnya tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Data Stunting Sulbar

Kabupaten Majene, menjadi daerah dengan angka stunting tertinggi di Sulbar, mencapai 35,7 persen.

Kemudian disusul Kabupaten Mamasa 33,7 persen dan Pasangkayu 28,6 persen.

Sementara Polewali Mandar 36 persen, Mamuju 30,3 persen dan Mamuju Tengah 26,3 persen.

Sekertaris Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) Sulbar, Rusdi Manoarfa, mengatakan, angka stunting Sulbar ditargetkan turun 14 persen.

“Kita ditargetkan untuk turun 14 persen. Kalau target 5-7 persen per tahun, paling tidak tahun 2024 harus 24 persen,” kata Rusdi Manoarfa dalam rilis yang diterima Tribun-Sulbar.com, Rabu (9/2/2022).

Dia menjelaskan di tahun 2022 ini fokus utama BKKBN Sulbar yakni menurunkan angka prevalensi stunting.

Melalui program bangga kencana dan penurunan stunting.

Hal tersebut juga tertuang pada peraturan presiden nomor 72 tahun 2021 tentang penanganan stunting.

Rusdi mengungkapkan, penanganan kasus stunting perlu mendapatkan perhatian khusus karena hal ini menyangkut masa depan anak bangsa.

Dikatakan, BKKBN bakal mengucurkan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 27 miliar untuk penanganan stunding enam Kabupaten di Sulbar.

“Ada penanganan stunting di dalamnya juga (DAK Rp 27 miliar). Mari ikut mengawal anggraan itu agar betul-betul tepat sasaran. Insyaallah tahun ini bisa turun sampai 6 persen,” tuturnya.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Fahrun Ramli

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved