Yayasan Syahid Al Hidayah

Hadirkan Psikolog, Tim Terpadu PPA Kunjungi Yayasan Syahid Al Hidayah

"Kita terus dampingi dan kita meminta kepada orang tua agar berani melaporkan jika anaknya mendapat kasus pelecehan," ungkap Yurlin.

Penulis: Habluddin Hambali | Editor: Hasrul Rusdi
Tribun-Sulbar.com/Habluddin
Koordinator Satgas PPA Yurlin Tamba (baju dinas pakai masker hitam) saat mengunjungi Yayasan Syahid Al Hidayah, Selasa (8/2/2022). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Tim terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) mengunjungi Yayasan Syahid Al Hidayah, Senin (7/2/2022).

Kunjungannya tersebut untuk melakukan pendampingan kepada santri korban pencabulan.

Sekaligus, menghadirkan psikolog untuk membantu korban mengobati rasa traumanya.

Tim Satgas PPA tergabung dalam Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Sulbar, DP3A Mamuju, Lembaga Pemerhati Perempuan, dan instansi lainnya.

"Kita berkunjung untuk melihat kondisi dan suasana Ponpes pasca adanya kejadian," kata Ketua Tim Terpadu PPA Mamuju Yurlin Tamba, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (8/2/2022).

Baca juga: PPKM Diperpanjang, Bali Masuk PPKM Level 3 Kompetisi BRI Liga 1 Ditunda?

Baca juga: DP3AP2KB Sulbar Dampingi Santri Korban Pelecehan Seksual di Yayasan Syahid Al Hidayah

Koordinator Satgas PPA Yurlin Tamba (baju dinas pakai masker hitam) saat mengunjungi Yayasan Syahid Al Hidayah, Selasa (8/2/2022).
Koordinator Satgas PPA Yurlin Tamba (baju dinas pakai masker hitam) saat mengunjungi Yayasan Syahid Al Hidayah, Selasa (8/2/2022). (Tribun-Sulbar.com/Habluddin)

Sementara, proses pendampingan kepada korban terus dilakukan.

Begitupun, membantu keperluan korban agar tidak trauma atas kejadiannya dialaminya.

"Kita terus dampingi dan kita meminta kepada orang tua agar berani melaporkan jika anaknya mendapat kasus pelecehan," ungkap Yurlin.

Dia berharap kejadian serupa tidak terjadi lagi di Sulbar.

Termasuk, peran semua pihak ikut serta memberikan pengawasan kepada Ponpes disekitar tempatnya.

"Semoga ini menjadi perhatian bersama, sehingga tidak ada lagi kejadian serupa," tandasnya.

Sebelumnya, diberitakan pimpinan Yayasan Syahid Al Hidayah ditetapkan sebagai tersangka pencabulan kepada santrinya.(*)

Laporan Wartawan TRIBUN-SULBAR.COM, Habluddin

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved