Kasus Pencabulan Santri

Pimpinan Madrasah Berstatus ASN di Mamuju Diduga Cabuli 7 Santri, Terancam 15 Tahun Penjara

Tersangka AR disangkakan pasal Pasal  82 ayat (1) dan (2) Jo. Pasal 76 E dengan ancaman 5–15 tahun penjara.

Penulis: Fahrun Ramli | Editor: Nurhadi Hasbi
Reskrim Polresta Mamuju
Pelaku Pencabulan 7 Santri di Mamuju, inisial AR (47). 

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Mamuju Sulawesi Barat (Sulbar) tetapkan tersangka inisial AR (47), sebagai pelaku dugaan pencabulan santriwati.

Setelah sebelumnya diperiksa selama 1x24 jam, sejak Sabtu (5/2/2022) kemarin.

"Sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka, dan sudah ditahan," terang Kasat Reskrim Polresta Mamuju, Akp Pandu Arif Setiawan kepada Tribun-Sulbar.com, Minggu (6/2/2022).

Perwira polisi tiga balok tersebut mengaku untuk saat ini, keterlibatan pihak lainya belum ada.

"Untuk sementara belum, namun kasus ini masih didalami," lanjutnya.

Pihaknya juga telah memeriksa sembilan saksi.

Yakni tujuh santriwati dan dua orang guru yang mengajar di Madrasah tersebut.

Tersangka AR disangkakan pasal Pasal  82 ayat (1) dan (2) Jo. Pasal 76 E dengan ancaman 5–15 tahun penjara.

Sementara untuk izin kepemilikan senjata jenis Air Gun tersebut, Pandu Arif mengaku masih mendalami izin kepemilikanya.

Sebelumnya diberitakan Polresta Mamuju menangkap pimpinan madrasah inisial AR di Kabupaten Mamuju terkait kasus pencabulan terhadap santrinya.

Penangkapan dilakukan Sabtu (5/1/2022) sekitar pukul 03:00 Wita dini hari di rumah pelaku.

Rumahnya berada di Kecamatan Mamuju, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar).

AR langsung dibawa ke Polresta Mamuju, Jl Ks Tubun untuk menjalani pemeriksaan.

AR yang merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementrian Agama (Kemenag) Sulbar resmi ditetapkan jadi tersangka.(*)

Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Fahrun Ramli

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved