Nama Bandara Diganti
Nama Bandara Diganti, Pimpinan Daerah GMNI Sulbar: Lebih Penting Pembebasan Lahan
Menurut Ketua DPD GMNI Sulbar Baharuddin Bayu, perubahan nama, apalagi dengan menggunakan salah satu tokoh pahlawan Sulbar tidak masalah.
Penulis: Masdin | Editor: Munawwarah Ahmad
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sulbar/foto/bank/originals/Gerbang-Utama-Bandara-Udara-Tampa-Padang-Kecamatan-Kalukku-Kabupaten-Mamuju.jpg)
TRIBUN-SULBAR.COM, MAJENE - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulbar, Baharuddin Bayu ikut memberikan komentar terkait rencana perubahan nama Bandara Tampa Padang Mamuju.
Andi Depu Tampa Padang Mamuju digadang akan menjadi nama baru.
Menurut Ketua DPD GMNI Sulbar Baharuddin Bayu, perubahan nama, apalagi dengan menggunakan salah satu tokoh pahlawan Sulbar tidak masalah.
"Upaya itu merupakan bagian dari menghargai pahlawan, termasuk sosok pahlawan Andi Depu yang telah resmi menjadi pahlawan Nasional," ujarnya via whatsapp, Jumat (4/2/2022).
Namun pemuda disapa bung Bayu itu menilai, waktu untuk membahasan perubahan nama bandara dikondisi sekarang kurang tepat.
"Terlebih dahulu kalau bisa adakan sosialisasi, sehingga tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat," terangnya.
Dengan begitu, harapnya masyarakat bisa tahu dan bisa ikut terlibat secara aktif.
"Ini terjadi karena tidak melibatkan unsur masyarakat dalam rapat yang di lakukan oleh Pemprov. Kalau bisa buat dialog terbuka dulu biar tidak menimbulkan polemik," sarannya.
Ia melanjutkan, hal tersebut penting dan perlu dilakukan untuk meredam sentimen politik kedaerahan.
Justru menurut pemuda Tampa Padang itu, ada hal lain yang lebih penting untuk dibahas.
"Dan yang lebih penting adalah penyelesaian pembebasan lahan masyakarat yang harus diperhatikan pemerintah," pungkas mahasiswa Universitas Tomakaka Mamuju tersebut.
Lanjutnya, carut-marutnya pemukiman warga di area bandara juga harus diperhatikan, dimana saat hujan akan terjadi banjir.
Belum lagi sejak 2018, ia mengatakan pemerintah telah berjanji untuk pembebasan lahan di area Bandara.
"Sampai hari ini hanya janji manis yang diberikan, belum lagi kebobrokan Birokrasi yang menangani. Harusnya itu yang diprioritaskan, bukan malah membuat kegaduhan," tutupnya. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com Masdin