Pasar Malam di Lapangan Kondosapata Mamasa Terancam Dibubarkan, Jeritan Pedagang: Modal Belum Balik

Sudah dua hari pasar malam di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), jadi tempat hiburan masyarakat.

Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Ilham Mulyawan
samuel/Tribun-Sulbar.com
Pasar malam di Lapangan Kondosapata Kabupaten Mamasa yang akakn dibubarkan 

Pasar Malam di Mamasa Terancam Bubar karena Dianggap Timbulkan Kerumunan

TRIBUN-SULBAR.COM, MAMASA - Sudah dua hari pasar malam di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), jadi tempat hiburan masyarakat.

Pasar malam ini berlangsung sejak Sabtu (22/1/2022) di lapangan Kondosapata Mamasa, Jl Ahmad Yani, Kabupaten Mamasa.

Memasuki malam ketiga, hiburan rakyat ini menuai pro dan kontra.

Pasalnya, pasar malam itu dianggap memicu kerumunan warga di tengah wabah Covid-19.

Pasar malam ini dibuka oleh Himpunan Mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi dan Informatika Universitas Al-asyariah Mandar (Unasman), Polewali Mandar.

Selain memicu kerumunan, kegiatan ini juga dianggap merusak alun-alun kota.

Karenanya, pasar malam tersebut terancam dibubarkan.

Bupati Mamasa H. Ramlan Badawi menuturkan, kegiatan itu merupakan pelanggaran.

Alasannya, lapangan itu sudah ditetapkan sebagai alun-alun.

Pihak mahasiswa menurut dia, meminta izin tribun dijadikan sebagai tempat pementasan seni dan budaya.

Namun berjalan, alun-alun itu dijadikan sebagai tempat pasar malam.

"Itu merusak karena mobil masuk, terus tanahnya dipasang patok," ungkap Ramlan saat ditemui di Posko Satgas Covid-19, Jl Pendidikan, Kelurahan Mamasa, Senin (24/1/2022).

Karenanya, Ramlan mengaku sudah berkoordinasi pihak Kepolisian agar pasar malam itu dibubarkan.

Karena terancam dibubarkan, pedagang juga terancam alami kerugian, lantaran sebagian besar pedagang menyetor sewa tempat ke pihak mahasiswa sebagai pantia.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved